Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Janji Politik PSI: BPJS Gratis dan 50 Juta Lapangan Kerja, Seberapa Realistis?

Grendy Damara • Rabu, 25 Februari 2026 | 02:50 WIB

SARANGHAE: Kaesang didampingi Bagus Panuntun (dua dari kiri) dan pengurus PSI menyapa peserta jalan santai. (OKTA NUR WAHYU PRATAMA/RADAR MADIUN)
SARANGHAE: Kaesang didampingi Bagus Panuntun (dua dari kiri) dan pengurus PSI menyapa peserta jalan santai. (OKTA NUR WAHYU PRATAMA/RADAR MADIUN)

Jawa Pos Radar Madiun — Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, menyampaikan sejumlah janji politik yang diklaim menjadi program unggulan partainya dalam menyongsong Pemilu 2024 dan 2029.

Salah satu gagasan yang paling menyita perhatian adalah rencana menggratiskan iuran BPJS Kesehatan bagi seluruh masyarakat jika PSI memenangkan kontestasi politik.

Menurut Kaesang, kebijakan tersebut bertujuan meringankan beban rakyat sekaligus memastikan layanan kesehatan dapat diakses tanpa hambatan biaya.

Tak hanya itu, PSI juga menargetkan penciptaan sekitar 50 juta lapangan kerja sebagai bagian dari agenda ekonomi nasional untuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan.

Komitmen ini disampaikan dalam sejumlah forum resmi partai, termasuk perayaan HUT ke-9 PSI di Semarang pada Desember 2023 serta Rakernas PSI di Makassar awal 2026.

PSI menegaskan fokusnya adalah membangun strategi kemenangan menuju Pemilu 2029 dengan program yang disebut langsung menyentuh kebutuhan rakyat.

Antara Harapan dan Tantangan

Di tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, janji BPJS gratis tentu menjadi angin segar bagi masyarakat. Selama ini, iuran kesehatan masih menjadi beban bagi sebagian warga, terutama pekerja informal.

Namun, sejumlah kalangan mempertanyakan aspek pembiayaan. BPJS Kesehatan membutuhkan dana sangat besar untuk menutup klaim layanan medis jutaan peserta.

Jika iuran digratiskan, sumber pembiayaan alternatif harus jelas apakah dari subsidi APBN, reformasi pajak, atau efisiensi anggaran lain.

Target 50 juta lapangan kerja juga dinilai ambisius. Pengamat ekonomi menilai angka tersebut memerlukan strategi konkret, seperti:

1. Investasi besar di sektor industri dan manufaktur

2. Penguatan UMKM dan ekonomi digital

3. Percepatan pembangunan infrastruktur

4. Reformasi regulasi ketenagakerjaan

Tanpa peta jalan yang terukur, janji besar berisiko menjadi sekadar slogan politik.

Tanggapan Masyarakat

Respons publik beragam. Sebagian masyarakat menyambut positif gagasan BPJS gratis karena dianggap membantu kelompok menengah ke bawah.

Mereka menilai kesehatan adalah hak dasar yang memang semestinya dijamin negara.

Namun ada pula yang bersikap kritis. Mereka mempertanyakan keberlanjutan fiskal serta dampaknya terhadap stabilitas anggaran negara.

Kekhawatiran muncul jika subsidi membengkak tanpa pengelolaan yang efisien.

Di sisi lain, generasi muda yang menjadi basis utama PSI cenderung tertarik pada narasi penciptaan lapangan kerja.

Harapan akan peluang kerja baru, khususnya di sektor teknologi dan industri kreatif, menjadi daya tarik tersendiri.

Ujian Realisme Politik

Dalam demokrasi, janji politik adalah bagian dari kompetisi gagasan. Yang membedakan adalah sejauh mana visi tersebut disertai perhitungan matang dan roadmap implementasi yang jelas.

PSI kini berada pada tahap membangun kepercayaan publik. Tantangan terbesarnya bukan hanya menyampaikan program yang populis, tetapi membuktikan bahwa gagasan tersebut realistis, terukur, dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, masyarakat akan menilai bukan dari besarnya janji, melainkan dari konsistensi, transparansi, dan kesiapan eksekusi.

Karena dalam politik, harapan adalah modal awal. Tetapi kepercayaan hanya lahir dari kerja nyata. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#lapangan kerja #psi #kaesang #pengangguran #partai solidaritas indonesia #bpjs gratis #janji politik