Tragedi Gunung Sampah Bantargebang Longsor, 5 Orang Tewas dan 4 Korban Masih Dalam Pencarian
AA Arsyadani• Senin, 9 Maret 2026 | 14:53 WIB
Tragedi di TPST Bantargebang. Lima orang ditemukan meninggal akibat longsoran gunungan sampah, sementara empat korban masih dicari.
Jawa Pos Radar Madiun - Tragedi longsor gunungan sampah terjadi di TPST Bantargebang, Desa Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Peristiwa ini menelan korban jiwa dan memicu operasi pencarian besar-besaran oleh tim gabungan.
Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) DKI Jakarta kembali menemukan satu jasad korban pada Senin (9/3). Dengan temuan tersebut, jumlah korban meninggal dunia kini menjadi lima orang.
“Satu jenazah ditemukan siang tadi, sehingga total ada lima orang yang meninggal dunia,” kata Humas Basarnas DKI Jakarta Romli Prasetyo di Jakarta.
Empat Korban Masih Dalam Pencarian
Basarnas mencatat total terdapat 13 orang korban dalam insiden longsoran gunungan sampah tersebut.
Dari jumlah itu, empat orang berhasil selamat, yakni Budiman, Joha, Safifudin, dan Slamet.
Sementara korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi antara lain:
Enda Widayanti (pemilik warung)
Sumine (60)
Dedi Sutrisno (sopir truk)
Irwan Supriatin
Satu korban lain yang baru ditemukan dan masih dalam proses identifikasi
Romli mengatakan proses pencarian masih terus dilakukan untuk menemukan empat korban lainnya yang diduga masih tertimbun di lokasi kejadian.
“Ditambah satu jasad lagi yang baru ditemukan petugas. Kami masih mencari empat orang korban yang belum ditemukan,” ujarnya.
Ratusan Personel Gabungan Dikerahkan
Sebanyak 366 personel gabungan diterjunkan dalam operasi pencarian dan evakuasi korban. Mereka berasal dari berbagai instansi, termasuk Kantor SAR Jakarta, Unit Siaga SAR Bekasi, Polres Metro Bekasi, Polsek Bantargebang, Koramil, Damkar Bekasi, hingga unsur Tentara Nasional Indonesia dan kepolisian lainnya.
Tim SAR juga menggunakan berbagai peralatan untuk mempercepat proses pencarian.
Pembukaan akses dilakukan dengan alat berat seperti beko, sementara unit anjing pelacak (K-9) turut dikerahkan untuk mendeteksi kemungkinan keberadaan korban yang masih tertimbun.
“Selain itu juga telah mengerahkan alat bantuan untuk melakukan evakuasi,” kata Romli.
Hingga kini proses pencarian masih terus berlangsung, sementara area longsoran tetap dijaga ketat oleh petugas demi keselamatan tim penyelamat dan warga sekitar. (fin)