Jawa Pos Radar Madiun - Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik tajam terhadap kinerja sejumlah unsur pimpinan dan pejabat negara yang dinilainya masih jauh dari harapan dalam menjalankan tanggung jawab kepada bangsa.
Pernyataan ini disampaikan Presiden saat meresmikan secara virtual 218 jembatan di berbagai daerah, Senin (9/3) sore.
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia masih menghadapi berbagai kendala dan kekurangan yang bersumber dari performa birokrat hingga petugas di lapangan.
Ia meminta jajarannya untuk tidak menutup mata terhadap realitas yang ada.
Kejujuran dalam Memimpin
Menurut Kepala Negara, pengakuan terbuka atas kekurangan pemerintah jauh lebih penting daripada sekadar laporan formalitas yang hanya menyampaikan keberhasilan.
Kejujuran ini dinilai krusial agar pemerintah memahami tantangan nyata yang dihadapi rakyat. Bukan hanya jadi pejabat yang gemar laporan asal bos senang, alias hanya lapor yang baik-baik.
"Ini harus kita akui. Janganlah kita selalu bicara yang baik-baik, yang manis-manis. Saya ingin menyampaikan ini karena kita sadar dan mengerti bahwa dunia kita sekarang penuh dengan dinamika yang berbahaya," tegas Prabowo dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden.
Baca Juga: MBG Diklaim Tak Ganggu Anggaran Pendidikan, Istana Sebut Insentif Guru Honorer Justru Naik?
Waspada Dinamika Global
Selain masalah internal birokrasi, Presiden juga menyoroti situasi dunia yang kian tidak menentu.
Meskipun Indonesia secara geografis jauh dari palagan konflik seperti Ukraina dan Timur Tengah, Prabowo mengingatkan bahwa dampak perang besar tersebut akan tetap terasa hingga ke tanah air.
"Walaupun kita berada secara geografis jauh dari tempat itu, tapi bumi kita sudah menjadi sesungguhnya kecil. Apa yang terjadi di satu kawasan akan memengaruhi kawasan-kawasan lain," pungkasnya. (naz)
Editor : Mizan Ahsani