Jawa Pos Radar Madiun - Kesiapan infrastruktur jalur darat untuk menyambut arus mudik Lebaran 2026 terus dimatangkan. Di wilayah Jawa Barat, tingkat kemantapan jalan nasional sepanjang 1.708,25 kilometer kini telah mencapai 97,77 persen.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta-Jawa Barat Rina Kumala Sari menegaskan komitmennya untuk mencapai target zero pothole (bebas jalan berlubang).
"Dari total 7.400 lubang yang teridentifikasi akibat cuaca ekstrem, saat ini hanya tersisa 226 lubang yang ditargetkan tuntas dalam dua hari ke depan," jelas Rina di Posko Mudik PPK 1.3 Cirebon, Rabu (11/3).
Baca Juga: Inter Miami dan Juventus Berebut Bernardo Silva, Messi Bisa Dapat Rekan Baru di MLS
Pemerintah memastikan tiga rute utama di Jabar siap mengakomodasi pergerakan pemudik. Meliputi Jalur Pantura (326 km), Jalur Tengah, hingga Jalur Pantai Selatan (Pansela) yang membentang dari batas Banten hingga Pangandaran. Kelancaran mobilitas ini juga ditopang oleh keandalan 804 jembatan di 205 ruas jalan nasional.
Guna mengantisipasi cuaca ekstrem yang kerap memicu bencana hidrometeorologi, BBPJN telah memetakan 52 titik rawan banjir dan 53 titik rawan longsor. Sebanyak 117 unit alat berat disiagakan di titik-titik krusial seperti Puncak, Ciwidey, dan Tomo.
Menariknya, jika muncul kerusakan aspal baru di tengah padatnya arus kendaraan, BBPJN menyiagakan layanan respons cepat 1x24 jam menggunakan material Tambal Cepat Mantap (TCM). "TCM ini bisa langsung menutup lubang tanpa membutuhkan alat pemadat," terang Rina.
Baca Juga: Mudik Lebaran di Ponorogo, Polisi Petakan Jalur Longsor dan Titik Macet
Tak sekadar memuluskan jalan raya, BBPJN juga memanjakan fisik pemudik—khususnya pengendara roda dua di jalur Pantura—dengan mendirikan 23 posko strategis. Salah satu posko terluas (9x9 meter) berlokasi di Jalan Kalijaga, Cirebon, yang dilengkapi fasilitas ruang laktasi, musala, area bermain anak, hingga kudapan dan air minum gratis. (*)
*Sayiddil Akbar Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura