Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menu MBG di Karangjati Ngawi Beralih ke Makanan Kering Selama Class Meeting

A
Penulis: Asep Syaeful❯
Menu makan bergizi gratis berupa roti, telur, dan buah kelengkeng yang dibagikan SPPG Bangon kepada siswa di Kecamatan Karangjati, Ngawi, selama masa class meeting. ULUL RUBIYATUN/RADAR MADIUN
Menu makan bergizi gratis berupa roti, telur, dan buah kelengkeng yang dibagikan SPPG Bangon kepada siswa di Kecamatan Karangjati, Ngawi, selama masa class meeting. ULUL RUBIYATUN/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Ngawi – Pola pembagian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di sebagian wilayah Kecamatan Karangjati, Ngawi, mengalami perubahan.


Advertisement

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bangon memilih menyalurkan MBG dalam bentuk makanan kering sejak Senin (15/12) lalu.

Perubahan tersebut dilakukan untuk menyesuaikan jam pulang siswa yang lebih cepat selama masa class meeting.

‘’Perubahan menu dari makanan basah ke kering hasil pembahasan dan kesepakatan bersama pihak sekolah,’’ kata Kepala SPPG Bangon Fajar Abdurrohman, kemarin (17/12).

Advertisement

Fajar menjelaskan, proses pengolahan MBG dalam bentuk makanan basah membutuhkan waktu relatif lama.

Akibatnya, distribusi baru bisa dilakukan menjelang siang, sehingga kurang efektif bagi sekolah dengan jadwal pulang lebih awal.

‘’Ada siswa yang seharusnya sudah pulang, tetapi masih harus menunggu MBG datang,’’ ujarnya.

Advertisement

Dari sisi teknis, MBG kering dinilai lebih praktis untuk pendistribusian.

Namun dari aspek anggaran, justru memerlukan biaya lebih besar karena penghitungan dilakukan per item.

Berbeda dengan MBG basah yang bahan-bahannya masih bisa disesuaikan.

‘’Penerapan MBG kering hanya berlangsung hingga akhir tahun sesuai kesepakatan. Setelah itu kembali bentuk makanan basah,’’ paparnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat tiga SPPG yang menerapkan MBG kering.

Selain SPPG Bangon, kebijakan serupa juga dilakukan oleh SPPG Sawo dan Bringin.

Khusus SPPG Bangon, cakupan layanan menjangkau sekitar 2.500 siswa dari 36 lembaga pendidikan.

Fajar memastikan komposisi menu MBG kering tetap memenuhi kebutuhan gizi siswa. Menu yang dibagikan meliputi telur, roti, buah, dan susu.

‘’Kalau tidak pakai susu, kami beri dua butir telur,’’ ungkapnya. (sae/her)

Advertisement

Artikel Terkait

Harga Daging Ayam di Magetan Bertahan Rp 37 Ribu, Pembeli Mulai Kurangi Belanja

Harga Daging Ayam di Magetan Bertahan Rp 37 Ribu, Pembeli Mulai Kurangi Belanja

Harga daging ayam di Pasar Sayur Magetan bertahan Rp 37 ribu per kilogram. Pedagang mengeluhkan penjualan lesu, pembeli mengurangi belanja.

Pemkab Ponorogo Perketat Pengawasan Dapur MBG, SPPG Diminta Jamin Menu Higienis

Pemkab Ponorogo Perketat Pengawasan Dapur MBG, SPPG Diminta Jamin Menu Higienis

Pemkab Ponorogo meminta SPPG memperketat pengawasan MBG, mulai bahan pangan, menu higienis, IPAL hingga distribusi makanan.

Dapur MBG Ponorogo Diminta Serap Pekerja Lokal, Bahan Baku Juga dari Desa

Dapur MBG Ponorogo Diminta Serap Pekerja Lokal, Bahan Baku Juga dari Desa

Pemkab Ponorogo meminta dapur MBG menyerap pekerja dan bahan baku lokal agar program makan bergizi gratis ikut menggerakkan ekonomi desa.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer