Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Libur Akhir Tahun, Museum Trinil Ngawi Justru Sepi Pengunjung

A
Penulis: Asep Syaeful❯
SEPI SAAT LIBURAN: Suasana Museum Trinil di Desa Kawu, Kedunggalar, Ngawi, tampak lengang meski memasuki masa libur sekolah dan akhir tahun. ASEP SYAEFUL/RADAR NGAWI
SEPI SAAT LIBURAN: Suasana Museum Trinil di Desa Kawu, Kedunggalar, Ngawi, tampak lengang meski memasuki masa libur sekolah dan akhir tahun. ASEP SYAEFUL/RADAR NGAWI

Jawa Pos Radar Ngawi – Momen libur sekolah dan akhir tahun belum membawa berkah bagi Museum Trinil.


Advertisement

Destinasi wisata edukasi yang berada di Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar itu justru mengalami penurunan jumlah pengunjung secara signifikan.

Pengelola Sarana Wisata Museum Trinil, Dhedi Hayu, menyebut selama sepekan terakhir jumlah pengunjung hanya sekitar 50 orang.

Angka tersebut jauh di bawah kunjungan pada hari-hari biasa di luar masa liburan.

Advertisement

“Dalam sepekan ini pengunjung sekitar 50 orang,” ujarnya, Sabtu (3/1).

Menurut Dhedi, karakter Museum Trinil memang berbeda dengan destinasi wisata lain.

Museum ini lebih menekankan fungsi edukasi dan pembelajaran sejarah, sehingga segmen pengunjungnya tidak sama dengan wisata hiburan.

Advertisement

“Mungkin sekarang banyak yang mencari wisata baru yang lebih menyenangkan,” ungkapnya.

Selama ini, kunjungan Museum Trinil banyak ditopang kegiatan outing class dari sekolah-sekolah, baik dari dalam maupun luar daerah.

Namun saat libur sekolah, aktivitas tersebut praktis berhenti.

“Kalau libur seperti ini, kebanyakan yang datang orang tua mengajak anaknya,” katanya.

Selain itu, lokasi Ngawi yang berada di jalur penghubung Jawa Timur dan Jawa Tengah membuat Museum Trinil kerap hanya menjadi tempat singgah.

Wisatawan biasanya mampir sebentar untuk melihat koleksi dan berfoto sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi lain.

“Ada pengunjung dari luar kota yang mampir sebentar, kemungkinan sedang menuju tempat wisata lain,” jelas Dhedi.

Pantauan di lokasi menunjukkan suasana museum relatif lengang.

Area parkir hanya diisi sekitar lima sepeda motor dan dua mobil yang bergantian keluar masuk.

Di dalam kawasan museum, pengunjung yang terlihat berkisar dua hingga lima orang.

“Kadang bahkan tidak ada pengunjung sama sekali. Ramainya memang tidak bisa dipastikan,” terangnya.

Meski demikian, Dhedi tetap optimistis kondisi akan membaik setelah masa libur sekolah berakhir.

Apalagi Museum Trinil memiliki nilai sejarah tinggi sebagai lokasi penemuan fosil manusia purba pada 1891.

“Kami berharap ke depan ada program museum keliling untuk menarik minat masyarakat, meski saat ini masih terkendala anggaran,” pungkasnya. (sae/den)

Advertisement

Artikel Terkait

Wisata Edukasi & Islami Cocok untuk Liburan Keluarga di Madiun

Wisata Edukasi & Islami Cocok untuk Liburan Keluarga di Madiun

Rekomendasi wisata edukasi dan religi Islami di Madiun yang cocok untuk liburan keluarga, belajar sejarah, wisata alam, hingga destinasi ramah anak.

6 Wisata Edukasi di Ngawi yang Cocok untuk Liburan Keluarga, Ada Museum hingga Kebun Teh

6 Wisata Edukasi di Ngawi yang Cocok untuk Liburan Keluarga, Ada Museum hingga Kebun Teh

Ngawi memiliki banyak wisata edukasi menarik mulai Benteng Van Den Bosch, Museum Trinil, hingga Kebun Teh Jamus yang cocok untuk liburan keluarga.

Ngawi Jadi Tuan Rumah Popda XV Jatim, Jumlah Atlet Diklaim Terbanyak Sepanjang Sejarah

Ngawi Jadi Tuan Rumah Popda XV Jatim, Jumlah Atlet Diklaim Terbanyak Sepanjang Sejarah

Kirab api menandai dimulainya Popda XV dan Peparpeda III Jatim di Ngawi. Bupati Ony menyebut jumlah atlet Popda menembus 8.000 orang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer