Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sukses Turunkan Risiko Stunting, Program Gizi Dahsat Desa Beran Padukan Kelas Memasak hingga Bazar Ekonomi

S
Penulis: Satrio Jati❯
KOMPAK: Para peserta Gizi Dahsat berfoto bersama saat acara penutupan, Rabu (13/5). (SATRIO JATI/RADAR MADIUN)
KOMPAK: Para peserta Gizi Dahsat berfoto bersama saat acara penutupan, Rabu (13/5). (SATRIO JATI/RADAR MADIUN)

Advertisement

Jawa Pos Radar Madiun - Tawa riang anak balita dan aroma sedap masakan rumahan berpadu hangat di sudut Desa Beran, Kabupaten Ngawi.

Di balik kesederhanaan pemandangan tersebut, tersimpan sebuah perjuangan besar untuk memutus mata rantai masalah kesehatan yang kerap menghantui masa depan generasi bangsa, yakni stunting. Tidak dengan teori medis yang rumit, perlawanan ini justru dimulai dari kepulan asap dapur warga. 

Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, program Gizi Dahsat (Dapur Sehat Atasi Stunting) yang digagas oleh Pemerintah Desa Beran terbukti bukan sekadar wacana, melainkan sebuah gerakan nyata yang langsung menyentuh akar permasalahan gizi di tingkat keluarga.

Advertisement

Berjalan efektif sejak bulan April lalu, inisiatif strategis ini resmi ditutup dengan penuh keakraban pada Rabu (13/5). Keberhasilan program ini terletak pada pendekatan pemberdayaan masyarakat yang terarah.

Sasarannya dikunci secara spesifik, memprioritaskan keluarga yang memiliki anak balita (terutama usia di bawah dua tahun atau baduta), ibu hamil, ibu menyusui, hingga para calon pengantin (catin).

Relawan Program Gizi Dahsat, Handarini Putri, mengungkapkan kebanggaannya melihat partisipasi aktif warga dalam menekan angka gizi buruk. “Peserta sangat antusias mengikuti program ini kami berharap terus memberikan manfaat dan efetif dalam menanggulangi stuntinh di wilayah Beran pada khususnya,” ujar Handarini.

EDUKASI: Peserta mengikuti edukasi gizi yang disampaikan oleh petugas. (SATRIO JATI/RADAR MADIUN)
EDUKASI: Peserta mengikuti edukasi gizi yang disampaikan oleh petugas. (SATRIO JATI/RADAR MADIUN)

Guna menarik minat warga, para relawan tidak sekadar memberikan penyuluhan satu arah. Berbagai kegiatan inovatif dan interaktif digelar untuk memastikan asupan gizi keluarga benar-benar terpenuhi.

Pertama, kelas memasak. Peserta diajak mempraktikkan langsung pembuatan menu "Isi Piringku". Menariknya, bahan yang digunakan adalah pangan lokal yang murah dan melimpah seperti daun kelor, ikan sungai, hingga telur. Bahan tersebut diolah secara kreatif agar ampuh membangkitkan nafsu makan anak.

Kedua, konseling kelompok. Diskusi mendalam mengenai pola asuh yang tepat, pentingnya menjaga kebersihan lingkungan (sanitasi), serta kampanye pemberian ASI eksklusif.

Ketiga, pemanfaatan pekarangan. Warga diedukasi untuk membuat "Warung Hidup" dengan menanam sayuran atau beternak unggas dan ikan di halaman rumah sebagai lumbung protein mandiri.

Advertisement

Artikel Terkait

Apa Itu Family Zone Roblox? Orang Tua Bisa Temani Anak Jelajahi Dunia Virtual, Ini Penjelasannya

Apa Itu Family Zone Roblox? Orang Tua Bisa Temani Anak Jelajahi Dunia Virtual, Ini Penjelasannya

Roblox meluncurkan Family Zone, fitur baru yang memungkinkan orang tua mendampingi anak bermain sambil belajar keamanan digital dan literasi digital bersama.

Miris! Ibu Hamil Palestina Kehilangan Calon Buah Hati usai Ambulans Ditahan Pasukan Israel di Checkpoint Awarta

Miris! Ibu Hamil Palestina Kehilangan Calon Buah Hati usai Ambulans Ditahan Pasukan Israel di Checkpoint Awarta

Wanita hamil Palestina kehilangan janinnya usai ambulans ditahan pasukan Israel di checkpoint Awarta, Nablus. Simak kronologinya

Kasus Pengeroyokan Pencuri Ayam di Tabanan, Polisi Tetapkan 5 Tersangka usai Video Tangisan Anak Korban Viral

Kasus Pengeroyokan Pencuri Ayam di Tabanan, Polisi Tetapkan 5 Tersangka usai Video Tangisan Anak Korban Viral

Polres Tabanan menetapkan lima tersangka dalam kasus tewasnya KD akibat pengeroyokan usai diduga mencuri ayam. Momen pilu anak korban menangisi jasad sang ayah sempat viral di media sosial.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer