
Jawa Pos Radar Ngawi – Puluhan sekolah negeri di Kabupaten Ngawi hingga kini belum memiliki kepala sekolah (kepsek) definitif.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Ngawi mencatat sedikitnya 89 lembaga pendidikan mengalami kekosongan jabatan pimpinan sekolah.
Jumlah tersebut terdiri atas 77 sekolah dasar negeri (SDN) dan 12 sekolah menengah pertama negeri (SMPN).
Kondisi itu bahkan berpotensi bertambah dalam waktu dekat karena sejumlah kepala sekolah dijadwalkan memasuki masa pensiun.
Kabid Pemetaan Distribusi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PDPTK) Dikbud Ngawi Lantik Kusuma Aji mengatakan, untuk sementara kekosongan jabatan tersebut diisi melalui penunjukan pelaksana tugas (Plt) dari kepala sekolah lain.
"Kekosongan terjadi di 77 SDN dan 12 SMPN," ujarnya, Jumat (5/6).
Menurut Lantik, kebijakan penunjukan Plt dilakukan agar roda organisasi sekolah tetap berjalan normal.
Dengan begitu, proses pembelajaran, administrasi, hingga pelayanan pendidikan kepada siswa tidak terganggu.
Kepala sekolah yang ditunjuk merangkap jabatan tersebut bertugas memimpin sekolah yang belum memiliki pimpinan definitif sampai proses pengisian jabatan dilakukan pemerintah daerah.
"Kemungkinan bertambah karena ada kepala sekolah yang akan pensiun," katanya.



