Sidak SMPN 1 Bringin, DPRD Ngawi Soroti Perbaikan Sekolah yang Dinilai Setengah Hati

Jawa Pos Radar Ngawi – Komisi II DPRD Ngawi menyoroti pelaksanaan proyek perbaikan di SMP Negeri 1 Bringin.
Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), Rabu (8/7), dewan mengaku kecewa karena pekerjaan yang dilakukan dinilai belum mampu mengatasi kerusakan sekolah secara menyeluruh.
Ketua Komisi II DPRD Ngawi Amin Sunarto mengatakan, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan kualitas pengerjaan dan konsep rehabilitasi bangunan sekolah masih jauh dari harapan.
"Terus terang, saya tidak puas," ujarnya.
Menurut Amin, proyek yang saat ini difokuskan pada perbaikan atap dan pengecatan dinding belum menyentuh persoalan utama, yakni banyaknya ruang kelas yang mengalami kerusakan dan membutuhkan rehabilitasi lebih menyeluruh.
"Memang ada keterbatasan dana, sedangkan kebutuhan yang rusak banyak sekali," katanya.
Dia menilai, pola perbaikan yang dilakukan secara bertahap atau parsial justru membuat hasil pembangunan kurang optimal.
Amin berharap rehabilitasi sekolah dilakukan secara tuntas agar siswa dapat belajar dengan lebih aman dan nyaman.
"Membangun itu jangan setengah-setengah. Lebih baik dituntaskan sekalian sehingga hasilnya bagus. Anak-anak sekolah bisa nyaman, senang, dan gembira belajar di dalam kelas," tegasnya.
Menyikapi masih banyaknya ruang kelas yang rusak, Amin mengaku telah meminta pihak sekolah melakukan pendataan secara menyeluruh sebagai dasar pengajuan bantuan perbaikan.



