Program Air Minum Gratis Ngawi 2027 Disorot DPRD, Lokasi Depo Diminta Strategis

Jawa Pos Radar Ngawi – Rencana pembangunan depo air minum gratis di lima kecamatan pada 2027 mendapat perhatian DPRD Ngawi.
Legislatif meminta penentuan lokasi tidak asal-asalan. Sebab, keterjangkauan depo bakal menentukan kemudahan masyarakat memanfaatkan fasilitas tersebut.
Ketua Komisi IV DPRD Ngawi Feligia Agit Hendiadi menilai, program penyediaan air minum gratis penting untuk membantu masyarakat. Terutama warga di wilayah yang kerap menghadapi kekeringan saat musim kemarau.
"Penyediaan air minum sangat krusial dan mendesak, khususnya bagi daerah yang kerap dilanda kekeringan saat kemarau," kata Agit, Senin (19/10).
Diketahui, DPRKP Ngawi telah mengusulkan anggaran Rp 4,5 miliar untuk merealisasikan program tersebut tahun depan.
Anggaran itu terbagi dalam dua kebutuhan. Sebesar Rp 2,5 miliar direncanakan untuk pembangunan instalasi depo air minum. Sedangkan Rp 2 miliar lainnya dialokasikan bagi sistem distribusi.
Lima kecamatan yang menjadi sasaran program tersebut meliputi Pitu, Kasreman, Bringin, Karanganyar, dan Ngawi.
Kendati demikian, penentuan titik pembangunan depo di masing-masing kecamatan masih perlu dimatangkan. Agit mengingatkan agar lokasi yang dipilih benar-benar mudah dijangkau warga.
Menurut dia, penempatan fasilitas menjadi aspek penting agar program yang dibiayai anggaran daerah itu dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal.
"Titiknya harus strategis, karena berkaitan dengan keterjangkauan dengan masyarakat," pungkasnya. (sae/den)



