APBD Ngawi 2027 Diproyeksi Rp 2 Triliun, Pemkab Pangkas Perjalanan Dinas hingga Anggaran Rapat

EFISIENSI ANGGARAN: Pemkab Ngawi menyiapkan penghematan belanja operasional pada APBD 2027, termasuk perjalanan dinas, kegiatan sosialisasi, dan konsumsi rapat. ILUSTRASI FOTO: RADAR MADIUN
JAWA POS RADAR NGAWI – Pemkab Ngawi bersiap melakukan efisiensi belanja pada tahun anggaran 2027. Langkah tersebut menyusul proyeksi plafon Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sekitar Rp 2 triliun serta potensi pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Ngawi Mokh Sodiq Triwidiyanto mengatakan, postur APBD 2027 diperkirakan tidak jauh berbeda dibandingkan tahun ini. Namun, penyesuaian tetap diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara pendapatan dan belanja daerah.
"Prinsipnya perkembangan APBD 2027 hampir sama dengan tahun ini. Hanya saja ada penyesuaian-penyesuaian, terutama jika ada fluktuasi atau pengurangan pada dana transfer daerah dari pusat," ujar Sodiq, Selasa (20/10/2026).
Menurut Sodiq, efisiensi difokuskan pada belanja operasional pemerintahan. Di antaranya perjalanan dinas luar daerah, kegiatan rapat, sosialisasi, serta anggaran makan dan minum (mamin).
Salah satu penyesuaian dilakukan pada konsumsi rapat. Anggaran makanan ringan yang sebelumnya Rp 13 ribu diturunkan menjadi Rp 7.500.
"Contohnya, anggaran snack rapat yang semula Rp 13 ribu jadi Rp 7.500. Biasanya tiga biji kue, jadi satu biji. Kegiatan di luar daerah dan sosialisasi juga kami kurangi," jelasnya.
Penghematan tersebut disiapkan untuk mengantisipasi tekanan fiskal tanpa harus mengurangi anggaran program yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Sodiq memastikan efisiensi belanja tidak diarahkan pada pengurangan pelayanan publik maupun pembangunan prioritas.
Pemkab berupaya menjaga agar penyesuaian anggaran internal tidak mengganggu program yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
"Pelayanan kepada masyarakat justru yang kami utamakan, itu prioritas pertama," tegas Sodiq. (sae/den)



