NGAWI – Niat hati turut menyemarakkan pesta demokrasi, Suradji malah bernasib nahas. Pria 30 tahun asal Dusun Prayungan, Desa Cangakan, Kasreman, itu meregang nyawa saat hendak memasang bendera salah satu partai politik (parpol) peserta Pemilu 2019 di desa setempat.
‘’Bambu yang akan dipakai korban untuk memasang bendera menyentuh kabel listrik bertegangan tinggi,’’ kata Kanit Reskrim Polsek Padas Ipda Arifin kepada Radar Ngawi kemarin (27/2).
Nahas itu bermula saat Suradji hendak memasang atribut kampanye bersama salah seorang rekannya Selasa petang (26/2). Galah bambu sepanjang sekitar 11 meter dipakainya untuk membentangkan bendera. Tanah di tepi jalan desa setempat digalinya.
Dirasa kedalaman sudah cukup, Suradji lantas menancapkan bambu sebagai tiang penyangga bendera. Korban meraih pangkal bambu. Sedangkan rekannya memegangi bagian atasnya.
Belum sampai tertancap ke tanah, ujung bambu tak sengaja menyangkut kabel listrik bertegangan tinggi. Aliran setrum pun menyengat keduanya. Rekan Suradji terpental hingga jatuh. Sementara, korban tersungkur ke arah depan mengenai bambu. ‘’Kondisi bambu yang digunakan korban dalam keadaan basah,’’ papar Arifin.
Usai kejadian, warga sekitar segera menolong kedua korban. Suradji dan seorang rekannya dilarikan ke Puskesmas Kasreman. Sayangnya, nyawa Suradji tidak terselamatkan kendati sudah mendapatkan perawatan medis. Korban meninggal dengan luka lebam menghitam pada dua telapak tangannya.
Bersamaan olah tempat kejadian perkara (TKP), Arifin bersama anak buahnya mencatat sejumlah temuan. Di antaranya, kabel listrik tegangan tinggi berada di ketinggian 10 meter. Pada tali ikatan bagian bawah bendera di galah bambu sapanjang 11 meter terdapat bekas gosong terbakar. ‘’Beberapa barang bukti dan keterangan saksi sudah dikumpulkan guna penyelidikan lebih lanjut,’’ pungkasnya. (mg8/c1/isd)
Editor : Administrator