Ony mengungkapkan, 2.300 warga mengalami gejala skizofrenia, bipolar, dan depresi. Selain karena faktor genetik, gangguan tersebut karena pengaruh stres pada masa pertumbuhan remaja ke dewasa.
‘’Penggunaan gadget dan media sosial yang tidak tepat menjadi salah satu penyebab stres,’’ ujarnya.
Menurut dia, permasalahan kesehatan mental tidak boleh diremehkan. Bila tidak segera ditangani bakal menjadi persoalan serius. Pihaknya berencana membentuk Tim Kesehatan Jiwa Masyarakat Ngawi.
Anggotanya bukan hanya dari dinkes, dinsos, dan DP3AKB. Melainkan juga pihak swasta dan mendapatkan pendampingan dari akademisi Universitas Brawijaya. ‘’Ancaman gangguan kesehatan jiwa semakin tinggi, khususnya pada remaja,’’ pungkasnya. (sae) Editor : Hengky Ristanto