Sojo mengatakan, petani cukup antusias menyambut musim tanam tembakau kali ini. Sebab berlangsung kemarau kering. Potensi gagal panen lebih rendah karena cuacanya yang lebih panas. Berbeda dengan hasil tanam dua tahun belakangan.
Gagal panen tembakau cukup tinggi karena cuaca ekstrem. ‘’Luasan lahan tembakau tahun ini diprediksi meningkat,’’ ujarnya.
Di sisi lain, gudang penyimpanan tembakau di Desa Sawo, Karangjati, bisa dimanfaatkan tahun ini. Gudang yang dibangun dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) itu bisa menampung 20 ton tembakau rajang kering. ‘’Masyarakat tidak perlu khawatir kalau tembakaunya belum laku. Nanti bisa disimpan sementara di gudang,’’ paparnya.
Selain cuaca yang mendukung, minat menanam tembakau tinggi karena harga jual komoditas itu yang cukup tinggi. Tahun lalu harga tembakau rajang kering tembus Rp 44 ribu per kilogram. Sementara lahan satu hektare dapat menghasilkan 1,8 ton. ‘’Secara bisnis masih menjanjikan,’’ pungkasnya. (sae/cor) Editor : Hengky Ristanto