NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Tingginya konsumsi daging sapi dan kambing membuat Dinas Perikanan dan Peternakan (DPP) Ngawi meningkatkan pengawasan terkait kesehatan hewan ternak dan daging kurban. Perangkat daerah itu memeriksa daging kurban hasil penyembelihan atau postmortem.
‘’Kami mengerahkan 50 petugas untuk memeriksa ternak kurban di pasar hewan maupun kandang,’’ kata Kabid Kesehatan Hewan DPP Ngawi Sri Wahyuni Budi Utami.
Yuni, sapaan akrabnya, menerangkan, pemeriksaan daging kurban guna memastikan aman untuk dikonsumsi masyarakat. Pihaknya mengantisipasi beredarnya daging mengandung penyakit. ‘’Seperti penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sempat mewabah,’’ ujarnya.
Data DPP tahun lalu, ada 2.477 ekor sapi kurban, 11.857 ekor kambing dan domba, serta satu ekor kerbau. Yuni memperkirakan jumlah pekurban dan hewan kurban tahun ini meningkat. Sebab stoknya surplus. ‘’Melihat aktivitas di pasar hewan, ada peningkatan orang berkurban,’’ ucapnya. (sae/cor)
Editor : Budhi Prasetya