NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Pemanfaatan tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) yang selesai dibangun tahun lalu harus tertunda.
TPST di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Selopuro, Pitu, Ngawi, itu masih mengalami kerusakan instalasi listrik.
"Rekanan pelaksana masih melakukan perbaikan,’’ kata Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ngawi Supraptikmiasih kemarin (8/1).
Pembangunan TPST untuk mengurangi residu sampah. Sebelum masuk TPA Selopuro, sampah rumah tangga bakal dipilah dan diproses di tempat pengelolaan sampah terpadu tersebut.
Sampah jenis organik diubah menjadi pupuk kompos. Sedangkan anorganik diolah menjadi bahan bakar minyak (BBM).
"Kemungkinan perbaikan selesai pekan depan dan akan dimulai uji coba beroperasi,’’ ujar Pratik, sapaan akrab Supraptikmiasih.
Menurut Pratik, TPST dengan nilai proyek Rp 4,8 miliar dapat mengolah 20 ton sampah per hari.
Pihaknya menyiapkan empat petugas operasional. Mereka telah diberi pelatihan proses pemilahan dan pengelolaan.
"Kami akan mengukur sejauh mana pengolahan menyesuaikan kemampuan petugas,’’ ucapnya sembari mengklaim TPST mampu mereduksi residu hingga separo dari total produksi 30 ton sampah per hari. (sae/cor)
Editor : Budhi Prasetya