Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Posyandu Kunci Kegiatan Promotif dan Preventif Kesehatan untuk Cegah Lahirnya Generasi Stunting

Asep Syaeful • Senin, 29 April 2024 | 20:00 WIB

FASYANKES: Kegiatan anak-anak di salah satu posyandu di Ngawi dalam rangka Hari Posyandu Nasional.
FASYANKES: Kegiatan anak-anak di salah satu posyandu di Ngawi dalam rangka Hari Posyandu Nasional.
 

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Keberadaan Pos Layanan Terpadu (Posyandu) tidak dapat dikesampingkan dalam urusan kesehatan.

Peran penting Posyandu menjadi kunci dalam pelaksanaan program kesehatan dasar di tingkat pedesaan.

"Karena semua kegiatan promotif dan preventif berawal dari posyandu,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi Yudono, Minggu (28/4).

Bersamaan peringatan Hari Posyandu Nasional setiap 29 April, Yudono berharap peran fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) itu kian maksimal.

Sebab keberadaannya langsung bersentuhan dengan masyarakat lapisan bawah di tingkat desa.

"Sebagai fasyankes promotif dan preventif yang melibatkan masyarakat, prinsip posyandu adalah gotong-royong,’’ ujarnya.

Yudono menyebutkan ada 1.225 posyandu balita yang tersebar pada 213 desa di seluruh wilayah Ngawi.

Selain sarana menjaga masyarakat tetap sehat, keberadaannya demi menciptakan generasi bebas stunting.

Posyandu menjadi jujugan ibu hamil memeriksakan kesehatan dirinya dan janin. Pun, memantau tumbuh kembang anak.

"Ada pula posyandu remaja, posyandu lansia, dan posyandu pesantren,’’ urainya.

Dia mengungkapkan, Inovasi Posyandu Mobile mendapatkan apresiasi dari Pemprov Jawa Timur.

Inovasi instansinya itu meraih juara tiga Anugerah INOTEK Award Jatim 2023. Kategorinya inovasi teknologi berbasis website atau aplikasi mobile.

"Aplikasi itu menyimpan data hasil pemeriksaan, sehingga angkanya bisa jadi acuan untuk intervensi stunting yang lebih akurat,’’ terangnya. (sae/cor/*)

Editor : Budhi Prasetya
#ngawi #Stunting #Hari Posyandu Nasional #posyandu