Jawa Pos Radar Madiun - Pesatnya perkembangan teknologi digital mendorong Pemerintah Desa (Pemdes) Beran, Kecamatan Ngawi, untuk lebih fokus mengembangkan program digitalisasi desa.
Langkah ini diambil demi menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel kepada masyarakat.
Dalam momentum Halal Bihalal Desa Beran (25/4), Agus Supriyadi, Kepala Desa Beran, resmi meluncurkan program Desa Digital.
"Ke depan, setiap RT dan RW akan memiliki pusat layanan informasi sebagai perpanjangan tangan pemerintah desa," terang Agus.
Jaringan Internet Diperluas hingga 84 Titik
Untuk merealisasikan program ini, Pemdes Beran menggandeng provider PT Sarangan Net.
Pembangunan jaringan internet akan dilakukan bertahap, per dusun, dan menargetkan sekitar 84 titik.
"Sebelumnya kami sudah memasang jaringan internet di beberapa titik kecil seperti pos kamling, pondok pesantren, dan mushola," jelas Agus.
Proyek besar ini ditargetkan selesai dalam waktu tiga bulan, memperkuat konektivitas hingga ke tingkat RT dan RW.
Aplikasi Desa Beran: Transparansi Anggaran dan Layanan Online
Tidak hanya memperluas internet, Pemdes Beran juga mengembangkan aplikasi layanan desa berbasis smartphone.
Baca Juga: Miris! Tokoh Wayang Ini Sempat Berperang Melawan Sang Ibu, tapi Keduanya Tak Saling Mengenali
Lewat aplikasi ini, masyarakat bisa mengakses informasi anggaran APBDes secara real time, mengetahui lokasi dan progres pembangunan desa, mengurus dokumen kependudukan seperti edit Kartu Keluarga (KK) dengan lebih mudah.
"Warga bisa edit KK lewat aplikasi, dan tinggal datang ke desa untuk verifikasi. Ini sangat menghemat waktu," imbuh Agus.
Dengan program Desa Digital ini, Desa Beran berharap mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih efisien, serta memperkuat partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan desa. (rio/naz/*)
Editor : Mizan Ahsani