Jawa Pos Radar Ngawi – Kekecewaan dirasakan ribuan pelajar di Kecamatan Paron, Ngawi.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang baru berjalan dua hari mendadak dihentikan, Rabu (27/8).
Sebanyak 2.932 siswa dari 47 sekolah mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP kembali membawa bekal dari rumah.
Ashifa Kanza Ahzahra, siswi SDN 01 Kedungputri, menceritakan pengalaman singkatnya menikmati program tersebut.
“Hari pertama lauk ayam, sayur, dan pisang. Hari kedua lauk telur, tahu, dan sayur. Hari ini bawa bekal dari rumah,” ujarnya.
Kepala SDN 01 Kedungputri, Suwarto, mengatakan penghentian program disampaikan lewat grup WhatsApp para kepala sekolah penerima MBG di Paron.
Pesan itu berasal dari pihak dapur mitra.
“Petugas SPPG juga datang ke sekolah kami terkait penghentian MBG, soal kelanjutannya masih menunggu,” terangnya.
Hal serupa dialami SDN 02 Semen. Kepala sekolah, Afif Umi Suprihatin, menuturkan siswa terpaksa kembali membawa bekal.
“Informasi penghentian MBG kami terima Selasa (26/8) malam, lalu diumumkan ke wali murid,” katanya.
Afif mengaku sejak awal mengira MBG akan berjalan rutin setiap hari. Namun, kenyataan berbeda.
“Di awal distribusi, tidak ada penjelasan kalau itu uji coba,” bebernya.
Diketahui, dapur mitra MBG di Desa Semen, Paron, dikelola Yayasan Darul Hikmah.
Sasaran distribusinya mencakup ribuan siswa di empat desa, yaitu Semen, Kedungputri, Babadan, dan Tempuran. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto