Jawa Pos Radar Madiun - Sejumlah terobosan dilahirkan BPR Syariah Ngawi Perseroda guna mendukung Ngawi menjadi lumbung pangan nasional.
Hal itu ditekankan Direktur Utama BPR Syariah Ngawi Perseroda Parjiyanto.
Ia menegaskan, pihaknya bukan sekadar lembaga keuangan, tetapi mitra strategis petani dan pelaku UMKM.
‘’Kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat desa, membantu petani memperoleh modal tanpa riba, dan mendorong pembangunan ekonomi daerah,’’ jelasnya.
BPR Syariah Ngawi menawarkan pembiayaan pertanian dengan akad murabahah dan mudharabah, sehingga petani bisa membeli bibit, pupuk, dan peralatan tanpa terbebani bunga.
Selain modal, bank ini juga memberikan edukasi pengelolaan keuangan syariah dan manajemen usaha pertanian.
Kontribusinya meluas ke sektor UMKM dengan penyaluran pembiayaan produktif yang menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian lokal.
Dana tabungan dan deposito masyarakat dioptimalkan untuk mendukung proyek daerah, sekaligus mengundang investasi.
‘’Melalui sosialisasi, kami ingin masyarakat semakin paham tentang keuangan syariah yang aman, adil, dan sesuai nilai religius,’’ tambahnya.
Baca Juga: 123 Koperasi di Kabupaten Madiun Terancam Dibubarkan, 21 Sudah Resmi Dicabut
Sebagai lembaga keuangan daerah, BPR Syariah Ngawi kian berkembang.
Terbaru, mereka meraih penghargaan 14th Infobank Sharia Financial Institution Award 2025 dalam ajang Indonesia Economic Summit 202.
Itu merupakan salah satu bukti apresiasi atas kinerjanya yang positif. (rio/naz/*)
Editor : Mizan Ahsani