Jawa Pos Radar Ngawi – Pemerintah Kabupaten Ngawi memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) tepat sasaran melalui pembaruan rutin Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) setiap bulan.
Berdasarkan data terakhir, terdapat 199.220 keluarga atau 528.963 jiwa masuk kategori desil 1–5.
Dari jumlah tersebut, 81.273 jiwa merupakan penerima Program Keluarga Harapan (PKH), sedangkan 97.873 jiwa menerima bantuan sosial pangan.
Kepala Bidang Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Ngawi M. Turnawan menyebut, pembaruan data dilakukan secara berkala agar penyaluran bansos selalu akurat dan mutakhir.
“Perbaikan DTSEN terus dilakukan agar jaring pengaman sosial tepat sasaran,” ujarnya kemarin (12/11).
Turnawan menjelaskan, proses pembaruan di akun Kementerian Sosial dilakukan setiap tanggal 1 hingga 11 setiap bulan.
Setelah itu, sistem menutup akses dari daerah, dan hasil pembaruan baru akan terlihat pada bulan berikutnya.
Proses ini memungkinkan desa untuk memperbaiki, menambah, atau menonaktifkan data penerima sesuai kondisi masyarakat terkini.
“Semua operator desa se-Kabupaten Ngawi sudah memiliki akun. Artinya, jendela untuk memperbaiki data atau menindaklanjuti warga yang meninggal maupun mengusulkan yang baru miskin sangat terbuka,” jelasnya.
Meski bisa diakses langsung oleh operator desa, Turnawan menegaskan bahwa setiap pembaruan data harus disertai pertanggungjawaban resmi dari pemerintah desa.
Idealnya, usulan dilakukan melalui rapat desa. Namun, jika tidak memungkinkan, pengajuan tetap bisa dilakukan secara daring dengan surat tanggung jawab mutlak dari kepala desa dan dokumen pendukung.
“Setiap usulan harus dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Turnawan menilai sistem DTSEN menjadi instrumen penting dalam pemerataan bantuan sosial, baik dari pemerintah pusat maupun daerah.
Dengan pembaruan data yang rutin, ia yakin tidak ada lagi warga miskin yang terlewat, dan tidak ada warga mampu yang masih tercatat sebagai penerima.
“Selain itu, pembaruan data rutin memastikan bantuan sosial lebih adil, tepat, dan transparan,” pungkasnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto