Jawa Pos Radar Ngawi – Pemkab Ngawi menyiapkan strategi agresif untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) demi mengurangi ketergantungan pada transfer keuangan daerah (TKD).
Dalam dokumen RPJMD 2030, pemkab menargetkan PAD tembus Rp 1 triliun.
’’Pertumbuhan PAD harus tercapai setiap tahun secara konkret dan terukur,’’ ujar Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Minggu (23/11).
Ony menyebut penguatan PAD menjadi kunci kemandirian postur APBD.
Karena itu, perangkat daerah pengelola pendapatan diminta bekerja lebih optimal dan menetapkan target yang realistis.
Evaluasi regulasi kini dilakukan, terutama aturan yang langsung berkaitan dengan potensi penerimaan.
’’Mulai penggunaan air sumur dalam, penyesuaian NJOP, hingga sektor retribusi seperti pajak hotel, restoran, dan reklame,’’ jelasnya.
Ony mengklaim progres PAD tahun ini cukup positif.
Dari target Rp 423 miliar, hingga akhir bulan ini realisasi telah mencapai Rp 363 miliar.
Sedangkan capaian PAD tahun lalu sebesar Rp 329 miliar.
Untuk mengejar target Rp 1 triliun pada 2030, pemkab menargetkan kenaikan sekitar Rp 100 miliar per tahun.
’’Kami pasang target lebih tinggi, meskipun berat,’’ tegasnya.
Menurut Ony, penguatan PAD merupakan kebutuhan mendesak karena kapasitas fiskal daerah menurun seiring turunnya transfer pusat.
Dengan PAD yang tumbuh konsisten, APBD diyakini memiliki ruang belanja yang lebih stabil.
’’Hal-hal yang bisa mendatangkan PAD secara konkret harus lebih didetailkan,’’ pungkasnya. (sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto