Jawa Pos Radar Ngawi – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dahlia di Desa Kandangan, Kecamatan Ngawi terpaksa menghentikan operasional.
Penyebabnya, dana program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum juga cair dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Imbasnya, ribuan siswa dari berbagai jenjang pendidikan di Ngawi tidak lagi menerima jatah MBG sejak Senin (15/12).
Para siswa kini kembali membawa bekal dari rumah atau membeli makanan di kantin sekolah.
Sedikitnya 2.463 siswa terdampak penghentian distribusi MBG tersebut.
Salah satunya di SMP Negeri 6 Ngawi yang berlokasi di Desa Kartoharjo, Kecamatan Ngawi Kota.
Di sekolah itu, tercatat 222 siswa penerima manfaat MBG kini tidak lagi terlayani.
“Kami sudah mengimbau siswa untuk membawa bekal dari rumah karena mulai hari ini (kemarin) tidak ada kiriman MBG,” ujar Purwanto, Kepala SMP Negeri 6 Ngawi.
Kondisi serupa juga terjadi di SMK Negeri 2 Ngawi di Desa Kandangan, Kecamatan Ngawi Kota.
Sebanyak 1.566 siswa di sekolah tersebut sejak kemarin tidak lagi menerima MBG.
“Kami juga mengimbau siswa untuk membawa bekal dari rumah karena tidak ada kiriman MBG,” kata Yanuar Ari, salah satu guru SMK Negeri 2 Ngawi.
Hingga kini, belum diketahui pasti sampai kapan layanan MBG tersebut dihentikan.
Pihak dapur SPPG menyebut penghentian operasional dilakukan karena anggaran belum dicairkan.
“Dapur berhenti beroperasi per hari ini (kemarin) karena anggaran dana belum cair,” ungkap Erfanto Hanny Setyo, Kepala SPPG Dahlia Kandangan.
Diketahui, total tagihan ke BGN untuk periode 24 November hingga 6 Desember 2025 mencapai sekitar Rp 400 juta.
Namun, sejak diajukan pada 23 November 2025, dana tersebut belum juga turun.
Bahkan, dapur SPPG masih memiliki tanggungan gaji relawan yang belum terbayarkan.
“Harapannya bisa segera cair,” pungkas Erfanto. (sae/her)
Editor : Hengky Ristanto