Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Sekolah Libur, MBG di Ngawi Tetap Jalan dengan Sistem Rapel

Asep Syaeful • Rabu, 24 Desember 2025 | 19:50 WIB
Sejumlah siswa di Desa Sidolaju tetap menerima paket Makan Bergizi Gratis meski sedang menjalani masa libur sekolah akhir tahun. ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI
Sejumlah siswa di Desa Sidolaju tetap menerima paket Makan Bergizi Gratis meski sedang menjalani masa libur sekolah akhir tahun. ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI

Jawa Pos Radar Ngawi — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Ngawi tetap berjalan meski siswa memasuki masa libur sekolah akhir tahun.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bangon, Kecamatan Karangjati, tetap menyalurkan MBG dengan skema khusus selama masa liburan.

Kepala SPPG Bangon Fajar Abdurrohman menjelaskan, pendistribusian MBG selama libur sekolah yang berlangsung sekitar dua pekan dilakukan satu kali dalam sepekan, tepatnya setiap hari Senin.

“Selama libur sekolah, distribusi MBG satu minggu satu kali, setiap hari Senin,” ujarnya, Rabu (24/12).

Skema tersebut merupakan hasil kesepakatan dengan masing-masing sekolah.

Para siswa tetap diminta datang ke sekolah untuk mengambil paket MBG pada hari pendistribusian.

“Anak-anak tetap diwajibkan datang ke sekolah untuk mengambil MBG,” imbuh Fajar.

Pada pekan ini, distribusi dilakukan hari Senin dan dirapel untuk jatah empat hari, yakni Senin, Selasa, Rabu, dan Sabtu.

Sementara Kamis dan Jumat tidak didistribusikan karena bertepatan dengan libur nasional. “Menu dirapel jadi empat kali,” jelasnya.

Skema serupa direncanakan pada pekan berikutnya.

Distribusi akan dilakukan Senin, 29 Desember 2025, dan dirapel untuk jatah tanggal 29, 30, dan 31 Desember.

Sementara pembagian MBG pada awal Januari 2026 masih menunggu kepastian kebijakan lanjutan.

“Untuk pekan kedua libur sekolah, menu dirapel tiga kali,” katanya.

Selama libur sekolah, menu MBG diberikan dalam bentuk makanan kering.

Paket berisi roti, telur rebus, susu full cream, serta buah-buahan seperti jeruk, kelengkeng, dan belimbing.

“MBG saat liburan full dalam bentuk kering,” terangnya.

Fajar menambahkan, tiga dapur SPPG di wilayah tersebut—SPPG Sawo, Bangon, dan Bringin—seluruhnya tetap beroperasi.

Hal ini didukung pencairan dana MBG yang baru diterima.

“Sepertinya semua dapur SPPG tetap running karena dananya hari ini baru cair,” pungkasnya.

Sementara itu, skema berbeda diterapkan di SPPG SBK Sidolaju.

Kepala SPPG SBK Sidolaju Ali Fatah mengatakan, pendistribusian MBG selama libur sekolah dilakukan dua kali sepekan dengan kombinasi menu basah dan kering.

“Selama libur sekolah, distribusi tidak ke semua sekolah. Kami lakukan pendataan dulu dan sifatnya menawarkan, tidak memaksa, sesuai instruksi BGN,” ujarnya.

Hasil pendataan mencatat, selama libur sekolah terdapat 1.579 penerima manfaat dari 26 sekolah yang bersedia menerima MBG.

Jumlah ini menurun dibanding hari sekolah normal yang mencapai 2.818 penerima dari 40 sekolah.

Ali menjelaskan, sesuai petunjuk teknis, distribusi dilakukan hari Senin dan Kamis dengan sistem rapel tiga hari.

Namun pekan ini, pendistribusian dimajukan ke Senin dan Rabu karena Kamis dan Jumat merupakan libur nasional.

“Skema ini hanya berlaku selama libur sekolah dan akan kembali normal saat kegiatan belajar mengajar dimulai,” tegasnya. (ululrubiyatun/sae/her)

Editor : Hengky Ristanto
#Makan Bergizi Gratis #SPPG Ngawi #MBG libur Nataru #libur sekolah #MBG Ngawi #ngawi #program BGN #Gizi Siswa