Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Efisiensi Tender Proyek 2025, Pemkab Ngawi Hemat Anggaran Hampir Rp 9 Miliar

Asep Syaeful • Senin, 5 Januari 2026 | 13:30 WIB
EFISIEN: Proses lelang proyek konstruksi Pemkab Ngawi tahun 2025 menghasilkan efisiensi anggaran hampir Rp 9 miliar dan tercatat sebagai silpa. DOK RADAR NGAWI
EFISIEN: Proses lelang proyek konstruksi Pemkab Ngawi tahun 2025 menghasilkan efisiensi anggaran hampir Rp 9 miliar dan tercatat sebagai silpa. DOK RADAR NGAWI

Jawa Pos Radar Ngawi – Pemkab Ngawi mencatat efisiensi anggaran signifikan dari proses pengadaan barang dan jasa sepanjang 2025.

Dari paket tender proyek konstruksi, penghematan mencapai hampir Rp 9 miliar dan tercatat sebagai sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa).

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Ngawi Rachmat Fitrianto menjelaskan, efisiensi muncul dari selisih antara pagu anggaran dengan nilai kontrak hasil lelang.

“Selisih nilai kontrak inilah yang menjadi efisiensi,” ujarnya, Senin (5/1).

Berdasarkan data Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Ngawi, sepanjang 2025 dilaksanakan 53 paket tender proyek konstruksi dengan total pagu Rp 150,3 miliar.

Setelah melalui proses lelang, nilai kontrak yang terealisasi sebesar Rp 141,4 miliar.

Artinya, terdapat efisiensi anggaran Rp 8,89 miliar atau sekitar 5,92 persen dari pagu.

Menurut Rachmat, penghematan tersebut menunjukkan mekanisme tender berjalan sehat dan kompetitif.

Persaingan antarpenyedia jasa mendorong munculnya penawaran harga di bawah harga perkiraan sendiri (HPS), tanpa mengorbankan kualitas pekerjaan.

“Penawaran yang masuk cukup kompetitif. Harga lebih efisien, tetapi mutu pekerjaan tetap harus terjaga,” jelasnya.

Selain dari paket tender, efisiensi juga terjadi pada pengadaan langsung.

Dari 658 paket pengadaan langsung dengan total pagu Rp 32,22 miliar, nilai kontrak yang terealisasi Rp 31,43 miliar.

Dengan demikian, efisiensi yang dihasilkan mencapai Rp 786,3 juta atau sekitar 2,44 persen.

Rachmat menambahkan, dana hasil efisiensi yang masuk silpa akan diperhitungkan dalam laporan keuangan daerah.

Anggaran tersebut nantinya dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung program-program prioritas pada tahun anggaran berikutnya.

“Silpa ini tetap menjadi bagian dari pengelolaan keuangan daerah dan bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pembangunan selanjutnya,” tandasnya. (sae/cor)

Editor : Hengky Ristanto
#Pemkab Ngawi #pengadaan barang dan jasa #tender proyek #Proyek Konstruksi 2025 #ngawi #efisiensi anggaran #silpa Ngawi