Jawa Pos Radar Ngawi – Kunjungan Prabowo Subianto ke Kabupaten Ngawi dipastikan batal.
Agenda panen raya dan syukuran swasembada pangan nasional yang semula dijadwalkan besok (7/1) dialihkan ke Karawang, Jawa Barat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Ngawi Supardi mengatakan, kepastian pembatalan tersebut telah diterima Pemkab Ngawi.
Padahal, daerah telah menyiapkan lokasi utama kegiatan di Desa Tempuran, Kecamatan Paron.
“Sudah pasti batal,” ujarnya, kemarin (5/1).
Dalam agenda awal, Presiden dijadwalkan menghadiri panen raya sekaligus menyerahkan penghargaan khusus kepada pihak-pihak yang dinilai berkontribusi terhadap pencapaian swasembada pangan nasional.
Namun, hingga kini tidak ada penjelasan resmi terkait pemindahan lokasi kegiatan tersebut.
“Mungkin karena lokasi Karawang lebih dekat,” ungkap Supardi.
Supardi menegaskan, Kabupaten Ngawi sejatinya memiliki rekam jejak kuat di sektor pertanian nasional.
Ngawi beberapa kali dipercaya menjadi lokasi agenda panen raya nasional dan tercatat sebagai daerah dengan produktivitas padi tertinggi di Indonesia selama tiga tahun berturut-turut.
“Indeks pertanaman padi mencapai 2,88 dengan rata-rata produktivitas sekitar 7,4 ton per hektare. Bahkan di beberapa wilayah bisa mencapai 10 sampai 11 ton per hektare,” bebernya.
Meski kunjungan Presiden batal, Supardi memastikan hal tersebut tidak mengendurkan komitmen daerah.
Pemkab Ngawi tetap fokus menjaga produktivitas pertanian sekaligus mendukung penuh program swasembada pangan nasional.
“Kami tetap konsisten meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan sektor pertanian,” pungkasnya. (sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto