Jawa Pos Radar Ngawi – Kinerja pasar rakyat di Kabupaten Ngawi mencatat hasil menggembirakan sepanjang 2025.
Meski sempat diterpa kebakaran dan proyek revitalisasi, pendapatan asli daerah (PAD) sektor pasar tetap melampaui target yang ditetapkan.
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja Ngawi Kusumawati Nilam Sulandrianingrum mengatakan, capaian tersebut patut diapresiasi mengingat sejumlah pasar menghadapi kendala sepanjang tahun.
“Ini capaian yang menggembirakan, mengingat Pasar Gentong sempat terdampak kebakaran dan Pasar Kendal menjalani revitalisasi,” ujarnya, Sabtu (17/1).
Berdasarkan data DPPTK Ngawi, realisasi PAD sektor pasar mencapai 107,9 persen.
Dari target Rp 2,7 miliar, penerimaan daerah berhasil menembus Rp 2,9 miliar.
Kondisi tersebut dinilai positif karena aktivitas perdagangan sempat terganggu.
Pasar Gentong mengalami penurunan aktivitas pascakebakaran, sementara Pasar Kendal direvitalisasi selama kurang lebih lima bulan.
Selama masa revitalisasi, para pedagang hanya dikenai retribusi 50 persen.
Nilam mengungkapkan, Pasar Beran menjadi penyumbang PAD terbesar sektor pasar dengan realisasi mencapai 120 persen dari target.
Pasar rakyat tersebut juga meraih predikat Pasar Tertib Ukur.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemkab Ngawi merencanakan pembangunan los pasar di Pasar Beran pada tahun ini.
Menurut Nilam, ada tiga faktor utama yang berpengaruh terhadap peningkatan kunjungan masyarakat ke pasar rakyat.
Yakni kebersihan, kenyamanan, dan ketertiban ukur.
“Kalau pasarnya bersih dan tertib, pengunjungnya meningkat. Dampaknya langsung ke ekonomi dan PAD,” tuturnya. (sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto