BANGIL – Persinga Ngawi mengantongi modal krusial di babak delapan besar Liga 4 Jawa Timur.
Laskar Alas Ketonggo sukses menumbangkan tuan rumah Pasuruan United dengan skor tipis 1-0 di Stadion R Soerdarsono, Pasuruan, kemarin (3/2).
Hasil tersebut menjadi kekalahan perdana Pasuruan United—yang dikenal dengan julukan Laskar Santri Mbeling—sepanjang kompetisi musim ini.
Tambahan tiga poin membuat Persinga langsung memuncaki klasemen sementara Grup MM babak delapan besar.
Sebaliknya, Pasuruan United harus rela terpuruk di posisi juru kunci.
Pada laga lain di grup yang sama, duel PS Mojokerto Putra kontra Persikoba Kota Batu berakhir imbang tanpa gol.
Kepala pelatih Persinga Ngawi Slamet Riadi mengapresiasi kerja keras anak asuhnya.
Menurutnya, kemenangan di kandang lawan menjadi bekal berharga untuk menatap pertandingan selanjutnya.
“Alhamdulillah kami bisa mencuri tiga poin lawan tuan rumah. Ini modal bagus ke depan,” ujarnya.
Slamet menilai faktor kesabaran pemain menjadi kunci dalam laga bertensi tinggi tersebut.
Bermain di bawah tekanan suporter lawan, pemain Persinga mampu mengendalikan emosi dan tidak terpancing provokasi.
“Anak-anak bisa menjaga kesabaran dan tidak mengikuti tensi pertandingan. Lawan tuan rumah pasti ada trik-trik yang memancing emosi, tapi pemain bisa mengontrol itu,” jelasnya.
Gol semata wayang Persinga dicetak M. Rayhan Andati pada menit ke-65.
Sontekan keras dari luar kotak penalti sukses merobek gawang Pasuruan United dan menjadi penentu kemenangan.
Dengan hasil tersebut, peluang Persinga Ngawi melaju ke fase berikutnya kian terbuka.
Meski begitu, Slamet menegaskan evaluasi tetap diperlukan mengingat masih ada dua laga tersisa di babak delapan besar. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto