Jawa Pos Radar Madiun – Kecelakaan maut melibatkan armada bus mewah kembali terjadi di ruas Tol Solo-Ngawi.
Sebuah bus double decker (tingkat) milik PO Indorent rute Jakarta–Malang mengalami insiden mengerikan di Kilometer 566, tepatnya di Desa Bangunrejo Kidul, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, pada Kamis (12/2) subuh.
Bus bernopol B 7107T GE tersebut terguling ke parit setelah menabrak truk boks.
Akibat benturan keras ini, seorang pramugari bus dilaporkan tewas di lokasi kejadian, sementara 32 penumpang lainnya mengalami luka-luka.
Baca Juga: Daftar SPPG di Madiun Raya yang Disemprit BGN: Magetan Terbanyak, Pucangrejo Wajib Dibongkar Total
Kronologi: Nekat Salip Kiri Berujung Petaka
Kasatlantas Polres Ngawi, AKP Yuliana Plantika, menjelaskan peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 04.30 WIB.
Berdasarkan hasil olah TKP, bus yang dikemudikan oleh Achmad Fajrin Dermawan (35), warga Tegal, melaju kencang dari arah barat (Solo) menuju timur (Malang/Surabaya).
Petaka bermula saat sopir bus hendak mendahului kendaraan lain.
"Dugaannya sopir lalai tidak memerhatikan arus lalu lintas saat menyalip. Bus mau mendahului dari lajur kiri," terang AKP Yuliana.
Nahas, di jalur kiri tersebut melaju truk boks bernopol B 9503 PXV yang dikemudikan Pujianto (35), warga Batang. Karena jarak yang terlalu dekat dan kecepatan tinggi, tabrak belakang tak terhindarkan.
Bus mewah tersebut kemudian terpelanting dan terguling ke parit di sisi kiri jalan tol.
Baca Juga: Murka Petinggi BGN saat Sidak di Ponorogo: Kaget SPPG Jadi Satu dengan Rumah Walet, Begini Reaksinya
Pramugari Tewas, Sisi Kiri Bus Ringsek Parah
Dampak paling fatal dialami oleh kru bus yang berada di bagian depan. Sisi kiri bus yang menghantam parit membuat bodi kendaraan ringsek parah.
Korban meninggal dunia teridentifikasi bernama Naura Rindha Cantika (21), seorang pramugari bus asal Desa Kawedusan, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.
"Pramugari yang duduk tepat di sisi kiri depan bus meninggal dunia karena luka berat setelah benturan keras saat sisi bus yang terbentur parit," jelas Yuliana.
Jenazah korban langsung dievakuasi ke RSUD dr. Soeroto Ngawi untuk keperluan visum.
Penumpang Pecahkan Kaca untuk Selamatkan Diri
Salah satu penumpang selamat, Yoyok Suwarno, menceritakan detik-detik mencekam saat kecelakaan terjadi.
"Bus mau mendahului dari lajur kiri, lalu menabrak truk hingga terguling ke parit. Penumpang sekitar 30 orang keluar dengan cara memecah kaca bus," ungkap Yoyok dengan nada syok.
Sebanyak 32 penumpang yang mengalami luka-luka. Rata-rata cedera di bagian kepala, tangan, dan kaki.
Mereka dilarikan ke dua rumah sakit rujukan, yakni RS At Tin Husada dan RS Widodo Ngawi untuk mendapatkan perawatan intensif.
Hingga berita ini diturunkan, Unit Gakkum Satlantas Polres Ngawi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden ini. Bangkai bus yang terguling menjadi tontonan pengguna jalan dan sempat menghambat arus lalu lintas pagi tadi. (sae/naz)
Editor : Mizan Ahsani