Jawa Pos Radar Ngawi – Nahas menimpa Agung Subroto, 38, dalam perjalanan berangkat kerja.
Warga Desa/Kecamatan Ngrambe itu menabrak pohon tumbang di Jalan Sine–Ketanggung masuk Desa Tulakan, Sine, pukul 05.15 kemarin (13/2).
Yamaha Vixion warna putih tanpa nomor polisi yang dikendarainya nyungsep di bawah pohon tumbang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban melaju dari timur ke barat.
Karena kondisi masih gelap, korban tidak mengetahui ada pohon tumbang melintang di jalan.
Alhasil, petaka menabrak pohon tumbang tak terelakkan.
“Tersungkur di jalan,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Ngawi Partoyo.
Tampaknya, di belakang korban yang tersungkur kala itu melaju Honda Beat AE 4093 JBD.
Besar kemungkinan pengendaranya nyaris ikut menabrak pohon.
Sebab, roda depan Beat kelir hitam itu kelewat mepet dengan Vixion tersebut.
Singkat cerita, pengendara Vixion dilarikan ke Klinik Aisyiyah yang berada tak jauh dari lokasi kejadian.
Lalu, dirujuk ke RSU Ibnu Sina Kabupaten Sragen untuk penanganan lebih lanjut.
“Pengendara selamat, hanya mengalami nyeri dada dan tangan tidak bisa digerakkan,” jelasnya.
Terkait penyebab pohon tumbang, Partoyo menyebut bukan karena faktor angin kencang.
“Kemungkinan karena kondisi pohon sudah tua dan akarnya rapuh,” ungkapnya.
Usai menerima laporan, BPBD Ngawi langsung melakukan asesmen dan evakuasi pohon tumbang dari badan jalan guna mencegah kemacetan dan kejadian serupa.
Barang bukti berupa sepeda motor korban kini diamankan di Polsek Sine dan selanjutnya diserahkan ke Pos Laka Kedunglengki.
Partoyo menambahkan, untuk upaya pencegahan pohon tumbang, BPBD akan berkoordinasi dengan OPD terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan DPUPR Ngawi guna melakukan pemangkasan (pruning) atau penebangan pohon yang sudah rapuh.
“BPBD kewenangannya saat ada kejadian untuk evakuasi. Untuk pruning atau penebangan pohon yang sudah tua, itu kami koordinasikan dengan OPD terkait,” pungkasnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto