Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Diduga Keracunan Menu MBG, 67 Santri Ponpes Al-Hijrah Ngawi Dirawat

Asep Syaeful • Sabtu, 14 Februari 2026 | 18:31 WIB
DIDUGA KERACUNAN: Sejumlah santri Ponpes Al-Hijrah Ngawi dirawat setelah mengalami mual, muntah, dan diare usai menyantap menu MBG. FOTO: ASEP SYAEFUL/RADAR NGAWI
DIDUGA KERACUNAN: Sejumlah santri Ponpes Al-Hijrah Ngawi dirawat setelah mengalami mual, muntah, dan diare usai menyantap menu MBG. FOTO: ASEP SYAEFUL/RADAR NGAWI

Jawa Pos Radar Ngawi – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ngawi bermasalah.

Puluhan santri Madrasah Ibtidaiyah (MI) Pondok Pesantren Al-Hijrah, Desa Karangasri, Kecamatan Ngawi, diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap menu MBG.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi mencatat, total ada 67 santri yang harus menjalani perawatan medis, Sabtu (14/2).

Mereka dirawat di tiga puskesmas dan satu rumah sakit.

Para santri mulai merasakan gejala sejak dini hari sekitar pukul 03.00. Keluhan beragam.

Mulai mual, muntah, diare, hingga pusing. Sebagian santri lainnya baru mengeluhkan gejala menjelang siang saat mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Kepala Dinkes Ngawi Heri Nur Fachrudin membenarkan kejadian tersebut.

Pihaknya langsung turun melakukan penanganan sekaligus pendataan korban.

“Total ada 67 santri yang dirawat,” ujarnya.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 36 santri dirawat di Puskesmas Padas.

Lalu 12 santri di Puskesmas Kasreman.

Sebanyak 10 santri di Puskesmas Ngawi Purba.

Sementara 9 santri lainnya menjalani perawatan di RSUD dr. Soeroto Ngawi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, menu MBG yang dikonsumsi para santri pada Jumat (13/2) siang terdiri atas rolade, tahu krispi, oseng wortel, dan nasi.

Menu itu disebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cabean di Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi.

Petugas kesehatan telah mengamankan sampel sisa makanan untuk diuji di laboratorium.

Langkah itu dilakukan untuk memastikan penyebab dugaan keracunan.

“Kami sudah mengambil sampel sisa makanan untuk dilakukan uji laboratorium guna memastikan penyebabnya,” terang Heri.

Salah satu santri, Muhamad Zendi Ardiansyah, mengaku mulai merasakan mual dan muntah setelah menyantap makanan tersebut.

“Habis makan MBG, saya makan rolade sama tahu dan oseng wortel. Oseng wortelnya rasanya kayak basi,” ujarnya.

Santri lain, Muhamad Aimar Maulana Putra, juga menyebut mengalami keluhan serupa.

“Saya makan tahu sama rolade, habis itu mual muntah. Makanan itu dari MBG,” katanya.

Ustazah Ponpes Al-Hijrah Juniarbulan mengatakan, laporan pertama diterima usai salat Subuh.

Saat itu sejumlah santri mengeluhkan muntah, mual, dan pusing.

“Kemudian kita bawa langsung ke puskesmas dan rumah sakit,” jelasnya.

Hingga tadi sore, pendataan masih berlangsung.

Dinkes tidak menutup kemungkinan jumlah santri yang mengalami gejala bertambah.

Saat ini, kondisi para santri masih dipantau tenaga medis sembari menunggu hasil uji laboratorium. (sae/her)

Editor : Hengky Ristanto
#Makan Bergizi Gratis #santri keracunan #SPPG Cabean #Ponpes Al Hijrah Ngawi #keracunan makanan #MBG Ngawi #ngawi #dinkes ngawi #rsud dr soeroto