Jawa Pos Radar Ngawi – Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Kedunggalar beberapa waktu lalu meninggalkan pekerjaan rumah baru.
Salah satunya, tanggul sisi barat jembatan di ruas Jalan Gebung, Desa Pelang Kidul, yang ambrol hingga nyaris menyeret bagian tepi jembatan.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Ngawi langsung turun mengecek kondisi tersebut.
Hasilnya, struktur utama jembatan dinilai masih aman.
Namun, bagian tanggul yang longsor berbahaya jika terus dilintasi kendaraan berat.
“Kami beri garis peringatan agar tidak dilintasi kendaraan berat,” kata Kabid Bina Marga DPUPR Ngawi Muhammad Fauzi Amir Rachman, Selasa (17/2).
Fauzi menjelaskan, tanggul ambrol dipicu hujan berintensitas tinggi yang membuat debit air meningkat.
Arus banjir menggerus tanah di sekitar abutmen hingga menyebabkan longsoran di sisi barat jembatan.
Guna mencegah kerusakan melebar, pihaknya menyiapkan penanganan cepat.
Salah satunya dengan memasang bronjong atau anyaman kawat berisi batu.
“Penguatan ini bersifat sementara, terutama karena saat ini masih musim penghujan,” ujarnya.
Menurut Fauzi, longsoran bisa semakin parah jika tidak segera dipasang bronjong.
Bahkan, dapat merusak abutmen yang berdampak pada struktur jembatan.
“Untuk penanganan permanen perlu penguatan menyeluruh tahun depan,” ucapnya. (sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto