Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

OJK Kediri Gelar School of Syariah di Ngawi, Edukasi Keuangan Syariah dan Waspada Judol bagi Pelajar

Satrio Jati • Rabu, 25 Februari 2026 | 07:31 WIB

 

OJK Kediri memperkuat literasi keuangan generasi muda melalui program School of Syariah di Kabupaten Ngawi.
OJK Kediri memperkuat literasi keuangan generasi muda melalui program School of Syariah di Kabupaten Ngawi.

OJK Kediri menggelar School of Syariah bagi pelajar SMP di Ngawi. Berbagi ilmu seputar keuangan syariah dan perluas kampanye pentingnya menabung bagi generasi muda dan bahaya terlibat judi online.

Jawa Pos Radar Madiun - Mengisi momentum Ramadan, OJK Kediri secara aktif memperkuat literasi keuangan bagi generasi muda melalui program School of Syariah di Kabupaten Ngawi.

Berkolaborasi dengan BPR Syariah Ngawi dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD), kegiatan ini bertujuan membekali ratusan pelajar dengan pemahaman keuangan berbasis syariah serta kesadaran terhadap bahaya judi online.

Kepala OJK Kediri Ismirani Saputri menjelaskan bahwa adopsi layanan perbankan syariah masih minim dibandingkan potensi populasi Muslim di Indonesia.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK tahun 2025, tingkat pemahaman masyarakat tentang keuangan syariah baru sekitar 43,42 persen.

Sementara itu, yang benar-benar menggunakan produk dan layanan keuangan syariah baru sekitar 13,4 persen.

Tertinggal jauh dari perbankan konvensional.

Rendahnya angka ini disebabkan oleh literasi masyarakat yang belum maksimal karena terbiasa dengan layanan perbankan konvensional.

Jajaran OJK Kediri bersama Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono dan perwakilan Pemkab Ngawi dalam program School of Syariah.
Jajaran OJK Kediri bersama Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono dan perwakilan Pemkab Ngawi dalam program School of Syariah.

‘’Melalui edukasi ini, para pelajar diajarkan untuk memahami konsep keuangan syariah dan beralih dari kebiasaan menabung manual ke sistem perbankan yang lebih aman,’’ ujar Ismirani.

Selain literasi keuangan, OJK Kediri secara masif mengampanyekan anti judi online kepada para siswa.

Langkah tegas telah diambil oleh otoritas dengan menginstruksikan perbankan untuk memblokir rekening-rekening yang terafiliasi dengan judi online. Per 5 Februari 2026 mencapai 32.144 rekening yang diblokir.

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengapresiasi langkah OJK Kediri dalam memberikan edukasi literatif di Pendapa Wedya Graha.

‘’Pemkab Ngawi sendiri turut memfasilitasi peningkatan literasi keuangan syariah dan Literasi keuangan syariah yang menyasar berbagai macam kalangan masyarakat terutama segmen pelajar," tuturnya.

Salah satu program unggulan yang ditekankan adalah penyediaan pinjaman tanpa bunga dan tanpa agunan bagi UMKM di Ngawi. Terkait fenomena game online, Bupati Ony mewanti-wanti pelajar agar tidak terjebak dalam permainan yang melibatkan taruhan uang.

‘’Jauhi hal-hal negatif demi menjaga kesehatan mental dan produktivitas agar tidak menurun,’’ pesannya. (rio/naz/*)

Editor : Mizan Ahsani
#OJK #judi online #otoritas jasa keuangan #syariah #ngawi #literasi keuangan #bupati ngawi #ojk kediri #judol