NGAWI – Menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan di Kabupaten Ngawi menuai sorotan.
Keluhan orang tua ramai di media sosial setelah paket makanan yang diterima siswa dinilai tidak memenuhi standar gizi.
Salah satunya diunggah akun Solikin di grup Facebook.
Dia membagikan menu MBG berupa pisang, roti wijen, dan abon ayam.
Unggahan tersebut mendapat respons luas dengan ribuan tanda suka dan komentar dari warganet.
Sejumlah orang tua mengaku resah karena selama Ramadan anak-anak tetap menerima MBG dalam bentuk makanan kering sejak Senin (22/2).
Paket yang dibagikan sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dinilai tidak sebanding dengan anggaran program.
Menanggapi hal itu, anggota DPRD Ngawi Agung Rezkina Pramesti menyampaikan keprihatinannya.
Menurut dia, program pemenuhan gizi anak tidak boleh dijalankan asal-asalan tanpa memperhatikan kualitas makanan.
’’Dari posting-an yang beredar, itu sangat jauh dari kategori bergizi,’’ ujarnya kemarin (27/2).
Dia mengingatkan pengelola SPPG agar melakukan evaluasi serius.
Selain menyoroti penggunaan roti sebagai sumber karbohidrat utama, pihaknya juga menyinggung temuan bahan makanan yang dinilai kurang layak.
Menurutnya, jika anggaran terbatas akibat kenaikan harga bahan pokok, menu sederhana namun berkualitas lebih baik diberikan.
Seperti susu UHT, telur, dan buah yang dinilai lebih memenuhi kebutuhan protein anak.
’’Itu sudah cukup untuk memenuhi protein anak daripada memberikan roti yang tidak jelas kelayakannya,’’ tambahnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto