Jawa Pos Radar Ngawi – Keluhan orang tua terkait menu kering dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan mendapat perhatian serius.
Ketua Satgas MBG Ngawi yang juga Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) lebih terbuka terkait menu yang disajikan.
Menurutnya, menu MBG harus diinformasikan dalam jadwal mingguan agar pengawasan dapat dilakukan secara bersama.
’’Jadi sudah terjadwal dan masing-masing SPPG bertanggung jawab menjalankan menu yang sudah disampaikan,’’ ujarnya kemarin (5/3).
Transparansi menu dinilai menjadi kunci pengawasan program MBG di daerah.
Satgas MBG tingkat kabupaten kini mewajibkan setiap SPPG menyampaikan daftar menu untuk satu minggu ke depan.
’’Kalau sudah dan dijalankan sesuai dengan menu tersebut, berarti sudah menjalankan kaidah pelaksanaan MBG di Kabupaten Ngawi,’’ jelasnya.
Ony mengakui, tanpa informasi menu mingguan, pengawasan menjadi sulit dilakukan.
Hal itu juga memicu munculnya komplain dari orang tua siswa.
’’Ketika tidak tersampaikan menunya mingguan, kita tidak bisa komplain. Tahu-tahu dikasih apa. Tapi kalau sudah tersampaikan menu mingguan, ketika berubah kita bisa menegur,’’ tegasnya.
Dia menambahkan, penyusunan menu mingguan telah melalui penilaian ahli gizi.
Penilaian tersebut meliputi kandungan gizi hingga kesesuaian harga sebelum menu disetujui untuk dijalankan. (sae/her)
Editor : Hengky Ristanto