NGAWI – Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) diprediksi meningkat saat puncak arus mudik Lebaran 2026.
Pertamina menaksir kenaikan penggunaan BBM bisa mencapai sekitar 15 persen.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, BUMN energi itu menyiagakan Satuan Tugas (Satgas) Ramadan–Idul Fitri yang memantau distribusi BBM di sejumlah SPBU.
“Termasuk di wilayah Ngawi,” kata Sales Branch Manager (SBM) Kediri 3 Pertamina Agung Dwi Hanggara kemarin (12/3).
Agung menjelaskan tim satgas telah bekerja sejak awal Ramadan.
Mereka memantau distribusi BBM selama periode mudik hingga Lebaran.
Hasil pemantauan sementara menunjukkan konsumsi BBM di wilayah kerja Kediri 3 yang meliputi Madiun Raya masih tergolong stabil.
Namun, peningkatan diperkirakan terjadi mendekati puncak arus mudik.
“Masih landai tapi diprediksi akan terjadi kenaikan penggunaan gasoil maupun gasoline sekitar 14 hingga 15 persen,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, Pertamina meminta seluruh SPBU meningkatkan cadangan BBM di tangki penyimpanan dengan melakukan build up stok.
Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan masyarakat selama arus mudik dapat terpenuhi.
“Kami meminta SPBU menambah stok di tangki penyimpanan sehingga kebutuhan masyarakat saat mudik bisa terlayani dengan baik,” ucapnya.
Agung juga menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait dampak konflik di Timur Tengah terhadap pasokan energi.
Dia memastikan distribusi BBM di wilayah eks Karesidenan Madiun masih aman dan tidak terjadi kepanikan pembelian.
“Alhamdulillah sampai sekarang di wilayah Ngawi dan Karesidenan Madiun tidak terjadi panic buying. Itu yang paling penting,” katanya. (sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto