
Jawa Pos Radar Madiun – Permainan tradisional Rangku Alu dari Maluku berpadu dengan modern dance hingga sentuhan gimnastik di GOR Wilis, Kota Madiun.
Kolaborasi itu menjadi senjata Flourine Dance dari SMAN 3 Taruna Angkasa Jatim saat tampil dalam AQUA DBL Dance 2026 East Java-West.
Mengusung tema 100 Persen Indonesia, Flourine Dance tak sekadar mengejar penampilan atraktif.
Tim yang dikapteni Anaya Fristiana Nugroho tersebut berupaya menunjukkan cara generasi muda merawat identitas budaya Indonesia tanpa menutup diri terhadap perkembangan budaya dari luar.
Flourine Dance tampil percaya diri dengan kostum bernuansa biru langit yang menjadi ikon sekolah.
Sentuhan songket disematkan untuk mempertegas kekayaan budaya Nusantara, sementara biru dongker khas AQUA ikut memberikan kesan segar dan enerjik.
“Karena temanya AQUA DBL Dance 2026 mengusung 100 persen Indonesia, kami menggunakan atribut songket di kostum yang merupakan budaya warisan asli Indonesia,” ujar Naya, sapaan Anaya.
Baca Juga: Main di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-West, Krisna Ternyata Wakil Kangmas Nganjuk 2026
Rangku Alu Bertemu Modern Dance
Eksplorasi budaya tersebut tak berhenti pada kostum. Flourine Dance mengangkat Rangku Alu, permainan tradisional dari Maluku, ke dalam koreografi mereka.
Tim juga membawa hula hoop sebagai properti pendukung. Pemilihannya tak lepas dari kemampuan para anggota Flourine Dance yang memiliki dasar tari berpadu dengan unsur gimnastik.
Persiapan panjang dilakukan sejak awal Juli. Pengalaman mengikuti kompetisi pada tahun sebelumnya menjadi modal bagi Flourine Dance untuk mematangkan koreografi dan konsep penampilan.



