
Jawa Pos Radar Madiun – Keputusan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang menunda perhelatan Piala Asia 2027 turut membawa efek domino bagi iklim sepak bola nasional.
Jadwal kompetisi kasta tertinggi Tanah Air, Super League 2026-27, dipastikan bakal mengalami penyesuaian menyusul mundurnya agenda turnamen antarnegara Asia tersebut.
Seperti diketahui, AFC terpaksa menggeser jadwal Piala Asia dari semula Januari-Februari 2027 menjadi 23 Desember 2027 hingga 21 Januari 2028.
Faktor keamanan dan eskalasi konflik di Timur Tengah menjadi alasan utamanya.
Merespons dinamika tersebut, Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menyatakan bahwa perubahan kalender dari AFC langsung menjadi bahan evaluasi jajarannya.
Menurut Ferry, absennya agenda Timnas Indonesia pada awal tahun 2027 membuka ruang kosong di bulan Januari yang sebelumnya sengaja dikosongkan demi mendukung kiprah skuad Garuda.
Merujuk pada draf awal penyusunan jadwal Super League, jeda paruh musim memang dirancang cukup panjang.
Setelah laga pekan ke-17 rampung pada 26-27 Desember 2026, kompetisi sejatinya baru akan digulirkan kembali untuk pekan ke-18 pada 3 Februari 2027.
Kini, dengan lowongnya bulan Januari, pihak I.League tengah mempertimbangkan opsi untuk mengatur ulang (reschedule) dan memajukan jadwal pertandingan.
Meski begitu, Ferry menegaskan bahwa keputusan final belum bisa dieksekusi secara sepihak. Pihaknya masih harus menggelar konsolidasi lebih lanjut dengan PSSI.



