alexametrics
29.7 C
Madiun
Friday, May 13, 2022

Selamat Datang Bulan Ramadan

SUNGGUH Allah penuh kasih sayang. Sehingga, kita diberikan umur panjang untuk bertemu bulan Ramadan. Sementara, banyak yang bulan kemarin dan hari kemarin telah dipanggil Allah. Sehingga, mereka tidak dapat bertemu bulan Ramadan. Orang yang meninggal sebelum Ramadan dan yang masih hidup di bulan Ramadan ini, sama-sama saleh, sama-sama ahli ibadah.

Hanya, derajat surganya berbeda. Yang bertemu Ramadan lebih tinggi daripada yang tidak bertemu. Sebab, yang bertemu Ramadan amal ibadahnya dilipatgandakan sesuai janji Allah. Bahkan, tidurnya orang puasa adalah ibadah. Sebagaimana sabda Nabi: annaumu shoimi ibadatun (tidurnya orang puasa adalah ibadah).

Diamnya orang puasa pun ibadah: assukutu ibadatun (diam adalah ibadah). Liurnya orang puasa di akhirat wangi bagaikan kesturi. Bekerja mencari rezeki bagi orang puasa adalah jihad fisabilillah. Saat bulan Ramadan, selama 24 jam doanya tidak tertolak. Tidak bisa doa pagi, doa sore. Tidak bisa doa siang, doa malam. Semua waktu mustajabah.

Ibadah wajib dilipatgandakan 60 kali. Ibadah sunah mendapat pahala seperti pahala ibadah wajib. Memberikan makanan kepada orang yang sedang berbuka puasa, mendapat pahala seperti orang yang sedang berpuasa. Sahur dan berbuka juga ibadah. Aktivitas dalam bulan Ramadan tidak ada yang gratis, semua diberi pahala oleh Allah.

Baca Juga :  Kota Lingkungan Hidup Dunia

Maka dari itu, bagi yang masih diberi umur panjang pada Ramadan ini bersyukurlah kepada Allah. Dengan cara melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan-Nya semaksimal mungkin. Jangan sia-siakan. Sedikit pun kebaikan tetap harus dilakukan. Jangan lakukan sedikit pun maksiat, tinggalkan sejauh mungkin.

Dengan demikian, puasa kita akan diberi keberhasilan memperoleh derajat muttaqin. Titel yang paling tinggi sampai di akhirat tidak ada lain kecuali hanya muttaqin. Gelar profesor, doktor, MBA, LC, dan lainnya, semua itu akan berakhir ketika mati. Puasa adalah metode yang paling efektif untuk membentuk manusia yang takwa.

Puasa sudah ada sejak Nabi Adam hingga Nabi Muhammad SAW. Hal itu dibuktikan dalam Aquran: Yaa ayyuhalladzina amanu kutiba alaihimussyiam kamakutiba alalladziina min qoblikum laallakum tattaquun (Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana umat-umat sebelum kamu agar kalian bertakwa). Wallahu a’lam bis-sawab. (penulis adalah Ketua MUI Kota Madiun Sutoyo/sat/c1)

SUNGGUH Allah penuh kasih sayang. Sehingga, kita diberikan umur panjang untuk bertemu bulan Ramadan. Sementara, banyak yang bulan kemarin dan hari kemarin telah dipanggil Allah. Sehingga, mereka tidak dapat bertemu bulan Ramadan. Orang yang meninggal sebelum Ramadan dan yang masih hidup di bulan Ramadan ini, sama-sama saleh, sama-sama ahli ibadah.

Hanya, derajat surganya berbeda. Yang bertemu Ramadan lebih tinggi daripada yang tidak bertemu. Sebab, yang bertemu Ramadan amal ibadahnya dilipatgandakan sesuai janji Allah. Bahkan, tidurnya orang puasa adalah ibadah. Sebagaimana sabda Nabi: annaumu shoimi ibadatun (tidurnya orang puasa adalah ibadah).

Diamnya orang puasa pun ibadah: assukutu ibadatun (diam adalah ibadah). Liurnya orang puasa di akhirat wangi bagaikan kesturi. Bekerja mencari rezeki bagi orang puasa adalah jihad fisabilillah. Saat bulan Ramadan, selama 24 jam doanya tidak tertolak. Tidak bisa doa pagi, doa sore. Tidak bisa doa siang, doa malam. Semua waktu mustajabah.

Ibadah wajib dilipatgandakan 60 kali. Ibadah sunah mendapat pahala seperti pahala ibadah wajib. Memberikan makanan kepada orang yang sedang berbuka puasa, mendapat pahala seperti orang yang sedang berpuasa. Sahur dan berbuka juga ibadah. Aktivitas dalam bulan Ramadan tidak ada yang gratis, semua diberi pahala oleh Allah.

Baca Juga :  Puasa dalam Perspektif Kesehatan

Maka dari itu, bagi yang masih diberi umur panjang pada Ramadan ini bersyukurlah kepada Allah. Dengan cara melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan-Nya semaksimal mungkin. Jangan sia-siakan. Sedikit pun kebaikan tetap harus dilakukan. Jangan lakukan sedikit pun maksiat, tinggalkan sejauh mungkin.

Dengan demikian, puasa kita akan diberi keberhasilan memperoleh derajat muttaqin. Titel yang paling tinggi sampai di akhirat tidak ada lain kecuali hanya muttaqin. Gelar profesor, doktor, MBA, LC, dan lainnya, semua itu akan berakhir ketika mati. Puasa adalah metode yang paling efektif untuk membentuk manusia yang takwa.

Puasa sudah ada sejak Nabi Adam hingga Nabi Muhammad SAW. Hal itu dibuktikan dalam Aquran: Yaa ayyuhalladzina amanu kutiba alaihimussyiam kamakutiba alalladziina min qoblikum laallakum tattaquun (Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana umat-umat sebelum kamu agar kalian bertakwa). Wallahu a’lam bis-sawab. (penulis adalah Ketua MUI Kota Madiun Sutoyo/sat/c1)

Most Read

Artikel Terbaru

/