alexametrics
23.2 C
Madiun
Tuesday, May 24, 2022

Bazar Murah Ramadan

HAMPIR setiap hari saya keliling dari masjid ke masjid. Sehari bisa dua kali. Seperti Jumat (8/4) kemarin. Siangnya saya salat Jumat di Masjid Darul Mawa, Kelurahan Nambangan Lor. Malamnya saya ikut salat Isya dan Tarawih di Masjid Nurjanah, Kelurahan Patihan. Safari Ramadan sudah biasa dilakukan. Namun, ada yang beda kali ini. Saya sengaja membawa dua tim khusus setiap kali gelaran safari. Pertama, tim vaksinasi Covid-19. Kedua, ada tim bazar sembako murah.

Tim vaksinasi memang sudah sejak awal selalu mengikuti. Kita dekatkan layanan vaksinasi di lokasi kegiatan. Agar masyarakat tidak repot-repot ke fasilitas kesehatan. Bisa semua dosis. Bisa semua masyarakat, termasuk yang dari luar daerah. Jadi, misalnya ada saudara dari daerah lain dan ingin vaksin, bisa langsung datang ke lokasi vaksinasi. Memang kita buka untuk semua WNI. Agar segera tervaksin semua. Segera terlindungi secara luar dan dalam. Ini penting mengingat sudah diperbolehkan mudik Lebaran nanti. Banyak yang akan datang. Masyarakat Kota Madiun sudah harus mendapatkan vaksinasi dosis tiga. Kalaupun akhirnya kena, dampaknya dapat diminimalkan. Tidak sampai fatal.

Sementara, tim kedua bisa dibilang baru. Tim ini didominasi dari anggota BPBD Kota Madiun. Mereka saya minta untuk turut dalam kegiatan khusus mengurusi bazar sembako. Ini berbeda dengan yang kita bagikan secara gratis. Yang gratis itu tetap ada. Tapi, jumlahnya terbatas. Masyarakat yang diberikan juga sudah ditentukan jelas. Warga sekitar yang benar-benar membutuhkan. Benar-benar kurang mampu. Sementara bazar sembako murah ini bagi warga yang lebih mampu. Mereka harus beli tetapi harganya kita subsidi sehingga murah.

Bazar sembako sudah beberapa kali berlangsung dan selalu ramai. Hanya sekali yang kurang optimal karena hujan cukup deras. Selalu saya sempatkan untuk meninjau sebentar. Memang ramai. Antusias masyarakat cukup bagus. Namun, selalu saya tekankan terkait protokol kesehatan. Masker tidak boleh lepas. Barisan juga diatur petugas. Kalau ada yang tidak tertib, saya minta untuk tidak dilayani. Agar menjadi pembelajaran bagi yang lain. Saya tidak melarang masyarakat berkegiatan. Tetapi protokol kesehatan tidak boleh tidak dijalankan. Kalau itu dilanggar, ya terpaksa petugas bertindak.

Baca Juga :  Ruang Satu: Waspada Bencana

Bazar ini menyediakan paket sembako yang terdiri dari lima kilogram beras (Rp 35 ribu), satu liter minyak goreng (Rp 17.500), dan satu kilogram gula pasir (Rp 12 ribu). Warga boleh menambah pembelian satu liter minyak goreng. Biarpun hanya tiga jenis sembako, namun saya rasa itu penting bagi masyarakat. Apalagi terkait minyak goreng karena sempat langka dan mahal beberapa waktu lalu. Karenanya, kita dekatkan ke masyarakat. Kalau sekarang masih dirasa mahal, kita subsidi biar terjangkau. Intinya, masyarakat harus tetap tenang.

Bazar murah ini tidak hanya saat Safari Ramadan. Kelurahan juga menggelar bazar di kantor sampai lapak UMKM masing-masing. Kamis (7/4) ada bazar di Kelurahan Pangongangan. Bedanya, ini bazar UMKM. Produknya jelas olahan dari UMKM kelurahan setempat. Artinya, makanan dan minuman siap saji. Lapak UMKM Kelurahan Kartoharjo, Kanigoro, dan Klegen juga menggelar bazar serupa. Tempatnya di lapak masing-masing. Saya juga meninjaunya bersama ketua DPRD dan anggota dewan dapil setempat. Kami juga menyapa pedagang dan mendengar keluh kesahnya. Prinsipnya, kami sepakat lapak-lapak ini harus semakin ditingkatkan.

Karenanya, apa yang menjadi kendala coba kita selesaikan. Misalnya, kurang penerangan atau sulitnya akses jalan. Kita penuhi segera. Jangan sampai itu menjadi penghambat. Apalagi, untuk lapak yang sudah cukup dikenal dan ramai pengunjung. Sayang kalau nanti jadi keluhan pengunjung. Kami memang serius terkait pengembangan lapak-lapak ini. Pangsa pasarnya terus kita perluas. Tidak hanya lokal, tapi terus kita upayakan kedatangan pengunjung dari berbagai daerah. Nanti juga kita koneksikan dengan jalur sepeda wisata. Kita hadirkan para atlet sepeda. Agar mereka turut mempromosikan lapak-lapak kita.

Pedagang tidak usah khawatir. Pemerintah akan terus bergerak. Mulai dari pembangunan sampai program kebijakan yang menguntungkan. Pun, bisnis kuliner saya kira akan selalu potensial. Karena makan merupakan kebutuhan dan tidak bisa diwakilkan. Merasakan sensasi nikmat kuliner tidak cukup hanya dari cerita yang sudah mencoba. Harus merasakan sendiri. Karenanya, pedagang juga harus selalu semangat. Harus selalu berupaya menyuguhkan yang terbaik. Demi kemajuan lapak. Demi kemajuan kota kita. (penulis adalah Wali Kota Madiun Maidi)

HAMPIR setiap hari saya keliling dari masjid ke masjid. Sehari bisa dua kali. Seperti Jumat (8/4) kemarin. Siangnya saya salat Jumat di Masjid Darul Mawa, Kelurahan Nambangan Lor. Malamnya saya ikut salat Isya dan Tarawih di Masjid Nurjanah, Kelurahan Patihan. Safari Ramadan sudah biasa dilakukan. Namun, ada yang beda kali ini. Saya sengaja membawa dua tim khusus setiap kali gelaran safari. Pertama, tim vaksinasi Covid-19. Kedua, ada tim bazar sembako murah.

Tim vaksinasi memang sudah sejak awal selalu mengikuti. Kita dekatkan layanan vaksinasi di lokasi kegiatan. Agar masyarakat tidak repot-repot ke fasilitas kesehatan. Bisa semua dosis. Bisa semua masyarakat, termasuk yang dari luar daerah. Jadi, misalnya ada saudara dari daerah lain dan ingin vaksin, bisa langsung datang ke lokasi vaksinasi. Memang kita buka untuk semua WNI. Agar segera tervaksin semua. Segera terlindungi secara luar dan dalam. Ini penting mengingat sudah diperbolehkan mudik Lebaran nanti. Banyak yang akan datang. Masyarakat Kota Madiun sudah harus mendapatkan vaksinasi dosis tiga. Kalaupun akhirnya kena, dampaknya dapat diminimalkan. Tidak sampai fatal.

Sementara, tim kedua bisa dibilang baru. Tim ini didominasi dari anggota BPBD Kota Madiun. Mereka saya minta untuk turut dalam kegiatan khusus mengurusi bazar sembako. Ini berbeda dengan yang kita bagikan secara gratis. Yang gratis itu tetap ada. Tapi, jumlahnya terbatas. Masyarakat yang diberikan juga sudah ditentukan jelas. Warga sekitar yang benar-benar membutuhkan. Benar-benar kurang mampu. Sementara bazar sembako murah ini bagi warga yang lebih mampu. Mereka harus beli tetapi harganya kita subsidi sehingga murah.

Bazar sembako sudah beberapa kali berlangsung dan selalu ramai. Hanya sekali yang kurang optimal karena hujan cukup deras. Selalu saya sempatkan untuk meninjau sebentar. Memang ramai. Antusias masyarakat cukup bagus. Namun, selalu saya tekankan terkait protokol kesehatan. Masker tidak boleh lepas. Barisan juga diatur petugas. Kalau ada yang tidak tertib, saya minta untuk tidak dilayani. Agar menjadi pembelajaran bagi yang lain. Saya tidak melarang masyarakat berkegiatan. Tetapi protokol kesehatan tidak boleh tidak dijalankan. Kalau itu dilanggar, ya terpaksa petugas bertindak.

Baca Juga :  Idul Fitri Pemicu Ekonomi

Bazar ini menyediakan paket sembako yang terdiri dari lima kilogram beras (Rp 35 ribu), satu liter minyak goreng (Rp 17.500), dan satu kilogram gula pasir (Rp 12 ribu). Warga boleh menambah pembelian satu liter minyak goreng. Biarpun hanya tiga jenis sembako, namun saya rasa itu penting bagi masyarakat. Apalagi terkait minyak goreng karena sempat langka dan mahal beberapa waktu lalu. Karenanya, kita dekatkan ke masyarakat. Kalau sekarang masih dirasa mahal, kita subsidi biar terjangkau. Intinya, masyarakat harus tetap tenang.

Bazar murah ini tidak hanya saat Safari Ramadan. Kelurahan juga menggelar bazar di kantor sampai lapak UMKM masing-masing. Kamis (7/4) ada bazar di Kelurahan Pangongangan. Bedanya, ini bazar UMKM. Produknya jelas olahan dari UMKM kelurahan setempat. Artinya, makanan dan minuman siap saji. Lapak UMKM Kelurahan Kartoharjo, Kanigoro, dan Klegen juga menggelar bazar serupa. Tempatnya di lapak masing-masing. Saya juga meninjaunya bersama ketua DPRD dan anggota dewan dapil setempat. Kami juga menyapa pedagang dan mendengar keluh kesahnya. Prinsipnya, kami sepakat lapak-lapak ini harus semakin ditingkatkan.

Karenanya, apa yang menjadi kendala coba kita selesaikan. Misalnya, kurang penerangan atau sulitnya akses jalan. Kita penuhi segera. Jangan sampai itu menjadi penghambat. Apalagi, untuk lapak yang sudah cukup dikenal dan ramai pengunjung. Sayang kalau nanti jadi keluhan pengunjung. Kami memang serius terkait pengembangan lapak-lapak ini. Pangsa pasarnya terus kita perluas. Tidak hanya lokal, tapi terus kita upayakan kedatangan pengunjung dari berbagai daerah. Nanti juga kita koneksikan dengan jalur sepeda wisata. Kita hadirkan para atlet sepeda. Agar mereka turut mempromosikan lapak-lapak kita.

Pedagang tidak usah khawatir. Pemerintah akan terus bergerak. Mulai dari pembangunan sampai program kebijakan yang menguntungkan. Pun, bisnis kuliner saya kira akan selalu potensial. Karena makan merupakan kebutuhan dan tidak bisa diwakilkan. Merasakan sensasi nikmat kuliner tidak cukup hanya dari cerita yang sudah mencoba. Harus merasakan sendiri. Karenanya, pedagang juga harus selalu semangat. Harus selalu berupaya menyuguhkan yang terbaik. Demi kemajuan lapak. Demi kemajuan kota kita. (penulis adalah Wali Kota Madiun Maidi)

Most Read

Artikel Terbaru

/