alexametrics
30.2 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Tiga Bekal untuk Mati

DUNIA adalah tempat mati, bukan untuk hidup selamanya. Cepat atau lambat umur manusia terbatas. Sebagaimana firman Alllah:  Kullu nafsin dzaiqotul maut (setiap yang bernyawa pasti akan mati). Kita semua akan sowan kepada Allah sesuai dengan waktunya.

Jadwal kematian seseorang sudah jelas waktunya, yang tahu hanya Allah. Kematian menjadi misteri bagi Allah. Kita sebagai manusia hanya bersiap-siap mengumpulkan bekal kebaikan sebanyak-banyaknya, memperkecil dosa sedikit mungkin, agar nanti menghadap Allah tidak menyesal untuk selama-lamanya.

Ada tiga bekal yang perlu disiapkan manusia dalam hidupnya. Sebagaimana sabda Nabi: Idzamata ibnu adaama inkoto’a amaluhu illa min tsalatsin sodaqotin jariyatin au’ilmin intafaubihi awallidin sholihin yad’ulahu (jika anak-anak Adam meninggal, maka putuslah segala amalnya, kecuali tiga perkara yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, serta anak saleh yang mau mendoakan orang tua).

Jika manusia meninggal, yang diharapkan hanya tiga macam. Pertama, sedekah jariah yang apabila ditinggal mati masih mengalir pahalanya. Seperti membangun masjid, madrasah, wakaf tanah, membangun jalan, dan sebagainya.

Baca Juga :  Pengaruh Puasa pada Hormon

Kedua, ilmu yang bermanfaat. Yakni, memberikan pengetahuan kepada orang lain dengan ilmu sehingga bisa memetik hasilnya. Tidak hanya ilmu Alquran, seluruh ilmu yang bermanfaat pada orang secara umum bisa ditularkan.

Ketiga, anak saleh yang mau mendoakan orang tuanya. Untuk mendidik anak agar saleh tidak mudah. Perlu dikenalkan ilmu agama, dikenalkan pada Allah, dikenalkan pada seluruh malaikat Allah, juga dikenalkan pada seluruh nabi Allah.

Jika anak itu taat pada Allah, pasti taat kepada orang tua. Jika taat pada orang tua, pasti mengenang dan mengingat kebaikan orang tua. Sehingga, akan muncul doa dari seorang anak yang saleh. Berangkat dari sabda Nabi tersebut, hendaknya seseorang tidak owel untuk sedekah. Juga tidak malas memberikan ilmu pada orang lain dan peduli kepada anak. Selamat berpuasa. Wallahu a’lam bis-sawab. (pemulis adalah Ketua MUI Kota Madiun Sutoyo/sat/c1)

DUNIA adalah tempat mati, bukan untuk hidup selamanya. Cepat atau lambat umur manusia terbatas. Sebagaimana firman Alllah:  Kullu nafsin dzaiqotul maut (setiap yang bernyawa pasti akan mati). Kita semua akan sowan kepada Allah sesuai dengan waktunya.

Jadwal kematian seseorang sudah jelas waktunya, yang tahu hanya Allah. Kematian menjadi misteri bagi Allah. Kita sebagai manusia hanya bersiap-siap mengumpulkan bekal kebaikan sebanyak-banyaknya, memperkecil dosa sedikit mungkin, agar nanti menghadap Allah tidak menyesal untuk selama-lamanya.

Ada tiga bekal yang perlu disiapkan manusia dalam hidupnya. Sebagaimana sabda Nabi: Idzamata ibnu adaama inkoto’a amaluhu illa min tsalatsin sodaqotin jariyatin au’ilmin intafaubihi awallidin sholihin yad’ulahu (jika anak-anak Adam meninggal, maka putuslah segala amalnya, kecuali tiga perkara yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, serta anak saleh yang mau mendoakan orang tua).

Jika manusia meninggal, yang diharapkan hanya tiga macam. Pertama, sedekah jariah yang apabila ditinggal mati masih mengalir pahalanya. Seperti membangun masjid, madrasah, wakaf tanah, membangun jalan, dan sebagainya.

Baca Juga :  Puasa, Lapar Itu Biasa

Kedua, ilmu yang bermanfaat. Yakni, memberikan pengetahuan kepada orang lain dengan ilmu sehingga bisa memetik hasilnya. Tidak hanya ilmu Alquran, seluruh ilmu yang bermanfaat pada orang secara umum bisa ditularkan.

Ketiga, anak saleh yang mau mendoakan orang tuanya. Untuk mendidik anak agar saleh tidak mudah. Perlu dikenalkan ilmu agama, dikenalkan pada Allah, dikenalkan pada seluruh malaikat Allah, juga dikenalkan pada seluruh nabi Allah.

Jika anak itu taat pada Allah, pasti taat kepada orang tua. Jika taat pada orang tua, pasti mengenang dan mengingat kebaikan orang tua. Sehingga, akan muncul doa dari seorang anak yang saleh. Berangkat dari sabda Nabi tersebut, hendaknya seseorang tidak owel untuk sedekah. Juga tidak malas memberikan ilmu pada orang lain dan peduli kepada anak. Selamat berpuasa. Wallahu a’lam bis-sawab. (pemulis adalah Ketua MUI Kota Madiun Sutoyo/sat/c1)

Most Read

Artikel Terbaru

/