alexametrics
29.1 C
Madiun
Monday, June 27, 2022

Semarak Hari Jadi

HARI jadi Kota Madiun masih 20 Juni mendatang. Tetapi semaraknya sudah terasa dari sekarang. Peringatan hari jadi tahun ini memang berbeda. Kita sudah diberikan kelonggaran-kelonggaran. Tidak seperti dua tahun sebelumnya. Nyaris tidak ada agenda apa-apa selama masa puncak pandemi Covid-19 lalu. Sekarang Covid-19 memang belum sepenuhnya menghilang. Tetapi sudah jauh berkurang. Karenanya, kita diperbolehkan menggelar kegiatan-kegiatan.

Sampai saat ini sudah ada sejumlah kegiatan rangkaian hari jadi ke-104 ini. Tetapi belum semua. Setidaknya, ada 22 agenda yang telah kita jadwalkan. Ke depan, masih ada sejumlah kegiatan yang tentunya sayang untuk dilewatkan. Para tamu pejabat juga datang. Terakhir, ada Gubernur Jawa Timur Ibu Khofifah Indar Parawansa dan Sesmenko Bidang Perekonomian Bapak Susiwijono Moegiarso. Kedua orang hebat ini turut dalam kegiatan Madiun VolksWeekend.

Gubernur saya ajak keliling menyapa masyarakat dari atas VW. Setelahnya, kita panen melon golden di Ngrowo Bening. Ternyata gubernur tertarik dengan tema kita. Bahkan, beliau berharap kegiatan bisa menjadi agenda rutin tahunan. Kegiatan, kata beliau, tidak hanya menarik. Tetapi bisa memacu perekonomian. Kita tahu, masa ini saatnya memacu ekonomi yang lesu diterjang badai pandemi. Semua sektor terdampak. Semua daerah berupaya keras agar tidak terjun ke jurang resesi.

Ekonomi kota kita sejatinya sudah cukup menggeliat. Bahkan, biarpun pandemi, ekonomi kita tumbuh di angka 4,73 persen pada 2021 lalu. Padahal, sebelumnya ekonomi kita minus 3,39 persen. Artinya, kita berhasil bangkit dari minus menjadi positif saat pendemi lalu. Pendapatan kota kita juga tertinggi ketiga nasional. Tahun lalu pendapatan kota kita mencapai 109,37 persen. Dari target Rp 1,006 triliun terealisasi Rp 1,1 triliun atau surplus Rp 94,2 miliar. Atas capaian itu, kota kita mendapat penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk kategori realisasi pendapatan daerah tertinggi.

Baca Juga :  Idul Fitri Pemicu Ekonomi

Nah, capaian itu harus menjadi pelecut semangat untuk lebih bangkit lagi. Peringatan hari jadi ini bisa menjadi salah satu momentum untuk lebih memacu perekonomian kita. Kota ini harus ramai untuk mendongkrak bidang perekonomian. Kita tidak memiliki banyak sumber daya alam. Karenanya, sektor jasa dan perdagangan yang kita utamakan. Kedua sektor ini bisa maksimal kalau banyak yang datang. Potensi ini terus kita optimalkan. Kota kita terus berbenah agar semakin menarik. Perubahan wajah kota ini menjadi salah satu alasan mereka datang.

Kedua, kita optimalkan melalui kegiatan-kegiatan. Dari yang sudah berjalan, terbukti banyak mengundang wisatawan. Bagi penggemar otomotif, kita gelar custom classic automobile. Berlanjut kegiatan komunitas VW Kota Madiun yang dihadiri Ibu Gubernur tadi. Ke depan, masih ada sejumlah kegiatan menarik. Di antaranya, Madiun Coolinary Festival, Parade Drum Band, Pagelaran Wayang Kulit, Pekan Raya, Pameran Pesona Pusaka, Pagelaran Musik Tradisional, Festival Djajanan Medioenan, juga event bersepeda Madiun Lawu Challenge. Rencananya dihadiri atlet sepeda mancanegara.

Ada pula giat khitan dan nikah massal. Kita juga akan meresmikan Pahlawan Bisnis Center dan wisata kuliner dalam kereta di Bogowonto. Semua event tersebut saya pastikan seru dan menarik. Semua unsur kita masukkan. Mulai seni, budaya, hiburan, hingga keagamaan. Bidang keagamaan, kita ada kegiatan ziarah makam, Parade Dai Cilik, dan doa bersama dalam Kenduri Akbar. Seperti yang kita bilang, semua potensi kita maksimal. Masyarakat harus turut menyemarakkan. Ikut mendukung dan menyukseskan. Paling tidak, ikut memberikan kesan positif kepada setiap wisatawan yang datang. Itu penting agar mereka meninggalkan kesan baik untuk kota kita. Dampaknya, mereka sudi datang kembali. Sudi berbelanja lagi di sini. Di kota kita tercinta ini. (*)

HARI jadi Kota Madiun masih 20 Juni mendatang. Tetapi semaraknya sudah terasa dari sekarang. Peringatan hari jadi tahun ini memang berbeda. Kita sudah diberikan kelonggaran-kelonggaran. Tidak seperti dua tahun sebelumnya. Nyaris tidak ada agenda apa-apa selama masa puncak pandemi Covid-19 lalu. Sekarang Covid-19 memang belum sepenuhnya menghilang. Tetapi sudah jauh berkurang. Karenanya, kita diperbolehkan menggelar kegiatan-kegiatan.

Sampai saat ini sudah ada sejumlah kegiatan rangkaian hari jadi ke-104 ini. Tetapi belum semua. Setidaknya, ada 22 agenda yang telah kita jadwalkan. Ke depan, masih ada sejumlah kegiatan yang tentunya sayang untuk dilewatkan. Para tamu pejabat juga datang. Terakhir, ada Gubernur Jawa Timur Ibu Khofifah Indar Parawansa dan Sesmenko Bidang Perekonomian Bapak Susiwijono Moegiarso. Kedua orang hebat ini turut dalam kegiatan Madiun VolksWeekend.

Gubernur saya ajak keliling menyapa masyarakat dari atas VW. Setelahnya, kita panen melon golden di Ngrowo Bening. Ternyata gubernur tertarik dengan tema kita. Bahkan, beliau berharap kegiatan bisa menjadi agenda rutin tahunan. Kegiatan, kata beliau, tidak hanya menarik. Tetapi bisa memacu perekonomian. Kita tahu, masa ini saatnya memacu ekonomi yang lesu diterjang badai pandemi. Semua sektor terdampak. Semua daerah berupaya keras agar tidak terjun ke jurang resesi.

Ekonomi kota kita sejatinya sudah cukup menggeliat. Bahkan, biarpun pandemi, ekonomi kita tumbuh di angka 4,73 persen pada 2021 lalu. Padahal, sebelumnya ekonomi kita minus 3,39 persen. Artinya, kita berhasil bangkit dari minus menjadi positif saat pendemi lalu. Pendapatan kota kita juga tertinggi ketiga nasional. Tahun lalu pendapatan kota kita mencapai 109,37 persen. Dari target Rp 1,006 triliun terealisasi Rp 1,1 triliun atau surplus Rp 94,2 miliar. Atas capaian itu, kota kita mendapat penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk kategori realisasi pendapatan daerah tertinggi.

Baca Juga :  Idul Fitri Pemicu Ekonomi

Nah, capaian itu harus menjadi pelecut semangat untuk lebih bangkit lagi. Peringatan hari jadi ini bisa menjadi salah satu momentum untuk lebih memacu perekonomian kita. Kota ini harus ramai untuk mendongkrak bidang perekonomian. Kita tidak memiliki banyak sumber daya alam. Karenanya, sektor jasa dan perdagangan yang kita utamakan. Kedua sektor ini bisa maksimal kalau banyak yang datang. Potensi ini terus kita optimalkan. Kota kita terus berbenah agar semakin menarik. Perubahan wajah kota ini menjadi salah satu alasan mereka datang.

Kedua, kita optimalkan melalui kegiatan-kegiatan. Dari yang sudah berjalan, terbukti banyak mengundang wisatawan. Bagi penggemar otomotif, kita gelar custom classic automobile. Berlanjut kegiatan komunitas VW Kota Madiun yang dihadiri Ibu Gubernur tadi. Ke depan, masih ada sejumlah kegiatan menarik. Di antaranya, Madiun Coolinary Festival, Parade Drum Band, Pagelaran Wayang Kulit, Pekan Raya, Pameran Pesona Pusaka, Pagelaran Musik Tradisional, Festival Djajanan Medioenan, juga event bersepeda Madiun Lawu Challenge. Rencananya dihadiri atlet sepeda mancanegara.

Ada pula giat khitan dan nikah massal. Kita juga akan meresmikan Pahlawan Bisnis Center dan wisata kuliner dalam kereta di Bogowonto. Semua event tersebut saya pastikan seru dan menarik. Semua unsur kita masukkan. Mulai seni, budaya, hiburan, hingga keagamaan. Bidang keagamaan, kita ada kegiatan ziarah makam, Parade Dai Cilik, dan doa bersama dalam Kenduri Akbar. Seperti yang kita bilang, semua potensi kita maksimal. Masyarakat harus turut menyemarakkan. Ikut mendukung dan menyukseskan. Paling tidak, ikut memberikan kesan positif kepada setiap wisatawan yang datang. Itu penting agar mereka meninggalkan kesan baik untuk kota kita. Dampaknya, mereka sudi datang kembali. Sudi berbelanja lagi di sini. Di kota kita tercinta ini. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/