alexametrics
29.7 C
Madiun
Friday, May 13, 2022

Catatan Perjalanan Umrah Ladima Tour & Travel Semasih Pandemi Covid-19 (4)

Jawa Pos Radar Madiun – Kota Nabi, julukan Kota Madinah Al Munawarah, kini kian tertata rapi dan indah. Mulai dari dalam Masjid Nabawi, kawasan perhotelan, Masjid Quba, hingga Jabal Uhud dibangun dan dirombak semua sisinya. Berikut catatan H SOENARWOTO, pimpinan Ladima Tour & Travel.

Ragam Sisi Kota Madinah Jadi Berubah

Dua tahun pandemi Covid-19, ibadah umrah dan haji dihentikan sementara. Situasi tersebut tak disia-siakan Kota Madinah. Ketika tak ada jemaah, dimanfaatkan untuk berbenah. Membangun dan memperbaiki ragam sisi atau bagian kota. Hasilnya, kini Kota Madinah kian tertata rapi dan indah. Membuat jemaah kian jatuh hati.

‘’Kini Kota Madinah telah terjadi banyak perubahan. Sangat berbeda dengan tahun-tahun lalu. Saya terakhir Umrah Plus Dubai 2018 itu, Kota Madinah belum seperti ini,’’ kata H Slamet Budiarto, pemilik SPBU di Pacitan.

Semua aspal jalan di Kota Madinah sudah dipertebal hotmix. Mulus. Tidak ada yang bergelombang apalagi berlubang. ‘’Dulu ada beberapa ruas jalan yang bergelombang, tapi sekarang sudah diperbaiki. Rasanya naik bus tidak ada gronjalan lagi. Kecuali di jalur penyeberangan yang memang ditinggikan ruasnya dari jalan raya,’’ ujarnya.

Bahkan, jalan setapak atau jalan-jalan tempat jemaah menuju Masjid Nabawi juga dikeramik rapi dan artistik. Bermotif garis-garis warna jingga, putih, biru, dan hitam. Jalan setapak di antara hotel-hotel itu terlihat anyar sehingga masih bersih.

Trotoar di pinggir jalan raya pun sudah sangat rapi. Bahkan, di ruas trotoar Kota Madinah kini juga dibangun taman dan tempat duduk untuk bersantai. Pohon peneduh yang tumbuh di taman itu semua zaitun.

Jika jemaah lelah berjalan saat pulang dari masjid, atau ingin menikmati segarnya udara Kota Madinah saat santai, bisa duduk-duduk di kursi-kursi pinggir jalan. ‘’Tapi, umumnya jemaah laki-laki dari Indonesia memanfaatkan kursi-kursi di trotoar depan hotel untuk nongkrong dan merokok,’’ kata H Jihad Abubakar Balbeid, mutawif Ladima Tour & Travel.

Di trotoar juga diberi jalur khusus untuk memudahkan jemaah yang menggunakan kursi roda. Sebelumnya, jemaah pengguna kursi roda harus dijunjung naik turun dari jalan ke trotoar. Memberatkan. Tapi, kini tidak lagi.

Baca Juga :  Puasa Sembuhkan Penyakit

Di pinggir jalan juga dibangun tempat air zamzam yang bisa diminum jemaah atau mencuci tangan. Bentuk bangunannya menyerupai tugu tapal batas Tanah Suci.

‘’Kota Madinah kini tambah rapi dan indah. Tujuh hari tinggal di Kota Nabi ini rasanya kurang. Jika bisa, ingin lebih lama lagi. Ibadah di Kota Madinah sekarang lebih indah. Menenteramkan hati dan menyenangkan. Subhanallah pokoknya,’’ kata Sri Dewining, pemilik Catering Naura di Kota Madiun.

Di sekitar Masjid Nabawi juga terjadi perubahan mencolok. Di antaranya, bangunan Benteng Turki di sisi kiri Masjid Nabawi yang rusak dirobohkan. Sehingga, kini terlihat jelas Taman Saqifah Bani Saidah, tempat bersejarah yang dulu jadi lokasi suksesi kekalifahan sepeninggal Nabi Muhammad SAW.

‘’Pepohonan di Taman Saqifah Bani Saidah dulu tertutup Benteng Turki. Sehingga, jemaah tidak bisa melihat dari halaman Masjid Nabawi. Kini bisa dilihat tanpa harus mendatangi. Apalagi, taman itu tidak setiap saat dikunjungi jemaah,’’ kata Ustad Jihad yang alumnus Universitas Islam Madinah itu.

Saat ziarah di sekitar Masjid Nabawi, rombongan Ladima diajak mendatangi Masjid Ghomammah, tempat salat minta hujan. Di tempat ini juga sudah dibangun layaknya objek wisata. Halamannya luas, juga sudah berlantai keramik warna-warni, ditanami pepohonan, dan tersedia kursi-kursi sebagai tempat jemaah menikmati pemandangan.

Jemaah juga bisa foto dengan latar banner bergambar Raudah yang terpasang di pagar Masjid Nabawi. ‘’Ini foto Raudah bagian depan. Ada mimbar dan mihrab Nabi. Jika jemaah tak bisa foto saat di Raudah, kini bisa foto di banner ini. Hasilnya, insya Allah seperti foto di Raudah beneran,’’ jelas Ustad Jihad sembari tersenyum.

Pintu pagar Masjid Nabawi juga sudah berganti angka. Dulu, pintu utama Masjid Nabawi atau jalan kembar yang terdapat tugu jam itu bernomor 21, 22, 23. Kini menjadi 333, 332, 331. Namun, untuk angka pintu Masjid Nabawi tetap sama, yakni 21, 22, 23. Pun, dibangun tempat ziarah yang cukup luas di luar pagar makam Baqi. Sehingga, jemaah tak perlu masuk ke dalam makam Baqi. ***(sat/c1)

Jawa Pos Radar Madiun – Kota Nabi, julukan Kota Madinah Al Munawarah, kini kian tertata rapi dan indah. Mulai dari dalam Masjid Nabawi, kawasan perhotelan, Masjid Quba, hingga Jabal Uhud dibangun dan dirombak semua sisinya. Berikut catatan H SOENARWOTO, pimpinan Ladima Tour & Travel.

Ragam Sisi Kota Madinah Jadi Berubah

Dua tahun pandemi Covid-19, ibadah umrah dan haji dihentikan sementara. Situasi tersebut tak disia-siakan Kota Madinah. Ketika tak ada jemaah, dimanfaatkan untuk berbenah. Membangun dan memperbaiki ragam sisi atau bagian kota. Hasilnya, kini Kota Madinah kian tertata rapi dan indah. Membuat jemaah kian jatuh hati.

‘’Kini Kota Madinah telah terjadi banyak perubahan. Sangat berbeda dengan tahun-tahun lalu. Saya terakhir Umrah Plus Dubai 2018 itu, Kota Madinah belum seperti ini,’’ kata H Slamet Budiarto, pemilik SPBU di Pacitan.

Semua aspal jalan di Kota Madinah sudah dipertebal hotmix. Mulus. Tidak ada yang bergelombang apalagi berlubang. ‘’Dulu ada beberapa ruas jalan yang bergelombang, tapi sekarang sudah diperbaiki. Rasanya naik bus tidak ada gronjalan lagi. Kecuali di jalur penyeberangan yang memang ditinggikan ruasnya dari jalan raya,’’ ujarnya.

Bahkan, jalan setapak atau jalan-jalan tempat jemaah menuju Masjid Nabawi juga dikeramik rapi dan artistik. Bermotif garis-garis warna jingga, putih, biru, dan hitam. Jalan setapak di antara hotel-hotel itu terlihat anyar sehingga masih bersih.

Trotoar di pinggir jalan raya pun sudah sangat rapi. Bahkan, di ruas trotoar Kota Madinah kini juga dibangun taman dan tempat duduk untuk bersantai. Pohon peneduh yang tumbuh di taman itu semua zaitun.

Jika jemaah lelah berjalan saat pulang dari masjid, atau ingin menikmati segarnya udara Kota Madinah saat santai, bisa duduk-duduk di kursi-kursi pinggir jalan. ‘’Tapi, umumnya jemaah laki-laki dari Indonesia memanfaatkan kursi-kursi di trotoar depan hotel untuk nongkrong dan merokok,’’ kata H Jihad Abubakar Balbeid, mutawif Ladima Tour & Travel.

Di trotoar juga diberi jalur khusus untuk memudahkan jemaah yang menggunakan kursi roda. Sebelumnya, jemaah pengguna kursi roda harus dijunjung naik turun dari jalan ke trotoar. Memberatkan. Tapi, kini tidak lagi.

Baca Juga :  Catatan Perjalanan Umrah Istimewa Ladima Semasa Pandemi Covid-19 (6)

Di pinggir jalan juga dibangun tempat air zamzam yang bisa diminum jemaah atau mencuci tangan. Bentuk bangunannya menyerupai tugu tapal batas Tanah Suci.

‘’Kota Madinah kini tambah rapi dan indah. Tujuh hari tinggal di Kota Nabi ini rasanya kurang. Jika bisa, ingin lebih lama lagi. Ibadah di Kota Madinah sekarang lebih indah. Menenteramkan hati dan menyenangkan. Subhanallah pokoknya,’’ kata Sri Dewining, pemilik Catering Naura di Kota Madiun.

Di sekitar Masjid Nabawi juga terjadi perubahan mencolok. Di antaranya, bangunan Benteng Turki di sisi kiri Masjid Nabawi yang rusak dirobohkan. Sehingga, kini terlihat jelas Taman Saqifah Bani Saidah, tempat bersejarah yang dulu jadi lokasi suksesi kekalifahan sepeninggal Nabi Muhammad SAW.

‘’Pepohonan di Taman Saqifah Bani Saidah dulu tertutup Benteng Turki. Sehingga, jemaah tidak bisa melihat dari halaman Masjid Nabawi. Kini bisa dilihat tanpa harus mendatangi. Apalagi, taman itu tidak setiap saat dikunjungi jemaah,’’ kata Ustad Jihad yang alumnus Universitas Islam Madinah itu.

Saat ziarah di sekitar Masjid Nabawi, rombongan Ladima diajak mendatangi Masjid Ghomammah, tempat salat minta hujan. Di tempat ini juga sudah dibangun layaknya objek wisata. Halamannya luas, juga sudah berlantai keramik warna-warni, ditanami pepohonan, dan tersedia kursi-kursi sebagai tempat jemaah menikmati pemandangan.

Jemaah juga bisa foto dengan latar banner bergambar Raudah yang terpasang di pagar Masjid Nabawi. ‘’Ini foto Raudah bagian depan. Ada mimbar dan mihrab Nabi. Jika jemaah tak bisa foto saat di Raudah, kini bisa foto di banner ini. Hasilnya, insya Allah seperti foto di Raudah beneran,’’ jelas Ustad Jihad sembari tersenyum.

Pintu pagar Masjid Nabawi juga sudah berganti angka. Dulu, pintu utama Masjid Nabawi atau jalan kembar yang terdapat tugu jam itu bernomor 21, 22, 23. Kini menjadi 333, 332, 331. Namun, untuk angka pintu Masjid Nabawi tetap sama, yakni 21, 22, 23. Pun, dibangun tempat ziarah yang cukup luas di luar pagar makam Baqi. Sehingga, jemaah tak perlu masuk ke dalam makam Baqi. ***(sat/c1)

Most Read

Artikel Terbaru

/