alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

Oleh: Wali Kota Madiun Maidi

Semangat Kemerdekaan, Semangat Melayani

SAYA suka dengan tagline Hari Kemerdekaan Ke-77 Republik Indonesia. Pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat. Ini sangat mewakili kondisi saat ini. Kondisi di mana kita sedang berupaya pulih dari terjangan pandemi Covid-19. Kondisi di mana kita mulai bisa beraktivitas normal kembali. Memang belum sepenuhnya kembali seperti dulu. Tapi, paling tidak sudah ada banyak kelonggaran.

Ini momentum yang tepat untuk bangkit. Bangkit lebih kuat dari sebelumnya. Bangkit lebih kuat ini berarti semangat yang menggelora. Semangat yang benar-benar menggebu. Saya setuju. Kita yang tinggal mengisi kemerdekaan ini harus lebih semangat dari para pendahulu. Apalagi, era sekarang banyak kemudahan. Ditunjang dengan peralatan yang lengkap serta berteknologi canggih. Nyaris apa yang kita kerjakan semua ditunjang dengan kemudahan.

Coba kita merenung sejenak dan membayangkan kondisi 77 tahun silam atau sebelumnya. Para pejuang dengan gigih berani melawan penjajah meski dengan alat seadanya. Semangat mereka tak pernah padam meski tanpa senjata di tangan. Semangat mereka tak pernah sirna meski nyawa taruhannya. Kemerdekaan ini harus menjadi sarana introspeksi diri bagi kita penerus bangsa. Sudahkah semangat kita seperti mereka? Sudahkah kita berupaya mengisi kemerdekaan dengan semestinya?

Kita seharusnya malu jika tidak berbuat apa-apa untuk negeri ini. Kita seharusnya sungkan jika hanya berpangku tangan. Berbuat untuk negeri ini tidak harus sesuatu yang besar. Namun, bisa dimulai dari lingkungan sekitar. Paling tidak turut menjaga kebersihan. Sering saya tanamkan ini kepada anak-anak pelajar Kota Madiun. Di mana pun ada kesempatan selalu saya sisipkan. Seperti dalam giat Janji Ulang Pramuka, Sabtu (13/8) kemarin. Mereka saya minta untuk selalu menjaga kebersihan di mana pun berada.

Itu merupakan bagian dari Dasa Dharma. Siapa yang mengamalkan Dasa Dharma pasti akan sukses. Di dalamnya terdapat sepuluh pembelajaran karakter yang luar biasa. Semua karakter baik yang dibutuhkan manusia ada di dalamnya. Bagi anggota baru, saya minta menempelkannya di ruang pribadi agar selalu terlihat. Setiap pribadi Pramuka harus merenungkan apa yang belum dilaksanakan dalam Dasa Dharma tersebut. Agar tertanam kuat menjadi pedoman hidup.

Baca Juga :  Catatan Perjalanan Umrah Istimewa Ladima Semasa Pandemi Covid-19 (6)

Para pahlawan dulu tentu tidak ingin Indonesia Merdeka lantas selesai. Mereka tentu menaruh harapan besar untuk Indonesia yang tumbuh dan berkembang. Menjadi negara kuat dengan rakyatnya semakin sejahtera. Itu tugas kita sebagai pengisi kemerdekaan. Kita juga harus terus berjuang menjadikan negeri ini semakin maju. Menjadikan masyarakatnya semakin sejahtera. Itu yang terus kita lakukan di Kota Madiun. Kita terus bersemangat untuk mewujudkan pemerintahan bersih, berwibawa, menuju masyarakat sejahtera.

Mewujudkan kesejahteraan itu bisa dari berbagai bidang. Mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga urusan batin. Masyarakat harus bahagia lahir dan batin. Itu memang tidak mudah, tetapi terus kita upayakan. Dalam beberapa tahun terakhir tercatat kemajuan yang cukup signifikan. Ekonomi kita tumbuh tertinggi di Jawa Timur biarpun tengah pandemi. Ekonomi kita di angka 4,73 persen pada 2021 lalu. Padahal, di tahun sebelumnya, kita minus 3,39 persen. Pertumbuhan ekonomi ini penting untuk mewujudkan kesejahteraan tadi. Perputaran uang semakin besar, berarti daya beli masyarakat tinggi.

Dari segi angka harapan hidup di kota kita juga cukup tinggi. Mencapai 72 tahun lebih. Artinya, setiap kelahiran di kota kita memiliki usia harapan hidup sampai 72 tahun. Berbicara soal kelahiran, angka stunting kita juga terus menurun. Setidaknya, ada 562 bayi stunting di Kota Madiun. Mereka tersebar di seluruh kelurahan. Angka stunting di Kota Pendekar sejatinya sudah cukup rendah. Pun, sudah lebih rendah dari target nasional. Angka stunting di Kota Madiun sebesar 12,4 persen. Sedang, target pemerintah di angka 24,4 persen. Pemerintah pusat berencana menurunkan prevalensi stunting menjadi 14 persen pada 2024 mendatang. Meski begitu, angka stunting di Kota Madiun masih di bawah target pusat tersebut.

Ini semua tidak akan terwujud tanpa semangat berjuang yang kita gelorakan. Semangat untuk terus memberikan yang terbaik untuk negeri ini. Semangat memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat kita. Kemerdekaan memang tidak hanya diperingati secara seremonial. Tetapi harus dibarengi dengan tindakan nyata untuk kemajuan bersama. Untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat kita. (*)

SAYA suka dengan tagline Hari Kemerdekaan Ke-77 Republik Indonesia. Pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat. Ini sangat mewakili kondisi saat ini. Kondisi di mana kita sedang berupaya pulih dari terjangan pandemi Covid-19. Kondisi di mana kita mulai bisa beraktivitas normal kembali. Memang belum sepenuhnya kembali seperti dulu. Tapi, paling tidak sudah ada banyak kelonggaran.

Ini momentum yang tepat untuk bangkit. Bangkit lebih kuat dari sebelumnya. Bangkit lebih kuat ini berarti semangat yang menggelora. Semangat yang benar-benar menggebu. Saya setuju. Kita yang tinggal mengisi kemerdekaan ini harus lebih semangat dari para pendahulu. Apalagi, era sekarang banyak kemudahan. Ditunjang dengan peralatan yang lengkap serta berteknologi canggih. Nyaris apa yang kita kerjakan semua ditunjang dengan kemudahan.

Coba kita merenung sejenak dan membayangkan kondisi 77 tahun silam atau sebelumnya. Para pejuang dengan gigih berani melawan penjajah meski dengan alat seadanya. Semangat mereka tak pernah padam meski tanpa senjata di tangan. Semangat mereka tak pernah sirna meski nyawa taruhannya. Kemerdekaan ini harus menjadi sarana introspeksi diri bagi kita penerus bangsa. Sudahkah semangat kita seperti mereka? Sudahkah kita berupaya mengisi kemerdekaan dengan semestinya?

Kita seharusnya malu jika tidak berbuat apa-apa untuk negeri ini. Kita seharusnya sungkan jika hanya berpangku tangan. Berbuat untuk negeri ini tidak harus sesuatu yang besar. Namun, bisa dimulai dari lingkungan sekitar. Paling tidak turut menjaga kebersihan. Sering saya tanamkan ini kepada anak-anak pelajar Kota Madiun. Di mana pun ada kesempatan selalu saya sisipkan. Seperti dalam giat Janji Ulang Pramuka, Sabtu (13/8) kemarin. Mereka saya minta untuk selalu menjaga kebersihan di mana pun berada.

Itu merupakan bagian dari Dasa Dharma. Siapa yang mengamalkan Dasa Dharma pasti akan sukses. Di dalamnya terdapat sepuluh pembelajaran karakter yang luar biasa. Semua karakter baik yang dibutuhkan manusia ada di dalamnya. Bagi anggota baru, saya minta menempelkannya di ruang pribadi agar selalu terlihat. Setiap pribadi Pramuka harus merenungkan apa yang belum dilaksanakan dalam Dasa Dharma tersebut. Agar tertanam kuat menjadi pedoman hidup.

Baca Juga :  Setengah Hati Ajukan Pensiun Dini, Wali Kota Madiun Stafkan Kepala Bapenda

Para pahlawan dulu tentu tidak ingin Indonesia Merdeka lantas selesai. Mereka tentu menaruh harapan besar untuk Indonesia yang tumbuh dan berkembang. Menjadi negara kuat dengan rakyatnya semakin sejahtera. Itu tugas kita sebagai pengisi kemerdekaan. Kita juga harus terus berjuang menjadikan negeri ini semakin maju. Menjadikan masyarakatnya semakin sejahtera. Itu yang terus kita lakukan di Kota Madiun. Kita terus bersemangat untuk mewujudkan pemerintahan bersih, berwibawa, menuju masyarakat sejahtera.

Mewujudkan kesejahteraan itu bisa dari berbagai bidang. Mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga urusan batin. Masyarakat harus bahagia lahir dan batin. Itu memang tidak mudah, tetapi terus kita upayakan. Dalam beberapa tahun terakhir tercatat kemajuan yang cukup signifikan. Ekonomi kita tumbuh tertinggi di Jawa Timur biarpun tengah pandemi. Ekonomi kita di angka 4,73 persen pada 2021 lalu. Padahal, di tahun sebelumnya, kita minus 3,39 persen. Pertumbuhan ekonomi ini penting untuk mewujudkan kesejahteraan tadi. Perputaran uang semakin besar, berarti daya beli masyarakat tinggi.

Dari segi angka harapan hidup di kota kita juga cukup tinggi. Mencapai 72 tahun lebih. Artinya, setiap kelahiran di kota kita memiliki usia harapan hidup sampai 72 tahun. Berbicara soal kelahiran, angka stunting kita juga terus menurun. Setidaknya, ada 562 bayi stunting di Kota Madiun. Mereka tersebar di seluruh kelurahan. Angka stunting di Kota Pendekar sejatinya sudah cukup rendah. Pun, sudah lebih rendah dari target nasional. Angka stunting di Kota Madiun sebesar 12,4 persen. Sedang, target pemerintah di angka 24,4 persen. Pemerintah pusat berencana menurunkan prevalensi stunting menjadi 14 persen pada 2024 mendatang. Meski begitu, angka stunting di Kota Madiun masih di bawah target pusat tersebut.

Ini semua tidak akan terwujud tanpa semangat berjuang yang kita gelorakan. Semangat untuk terus memberikan yang terbaik untuk negeri ini. Semangat memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat kita. Kemerdekaan memang tidak hanya diperingati secara seremonial. Tetapi harus dibarengi dengan tindakan nyata untuk kemajuan bersama. Untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat kita. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/