alexametrics
23.8 C
Madiun
Wednesday, July 6, 2022

Tancap Gas Pembangunan

DAYA tarik suatu daerah bisa dari mana saja. Mungkin fisiknya, mungkin alamnya, atau bisa juga dari masyarakatnya. Kita tengah memaksimalkan itu semua. Potensi alam mungkin tidak banyak yang bisa dikembangkan. Sumber daya alam kita memang terbatas. Tapi, bukan berarti tidak ada. Kita punya Ngrowo Bening Edupark.

Sudah banyak perubahan di tempat itu. Sekarang sudah banyak dikunjungi orang. Menjadi tempat berbagai kegiatan. Tamu-tamu pejabat juga banyak yang datang. Padahal dulunya hanya semak belukar. Yang berani menggunakan hanya dari Pramuka untuk berkemah. Tempat itu akan semakin menarik ke depan.

Beberapa waktu lalu kita sudah melakukan pembahasan terkait pengembangan tempat tersebut. Kita menggandeng konsultan dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Amin Nirwan Alfiantori (ANA) & Rekan dari Semarang. Kawasan Ngrowo Bening akan menjadi semakin menarik bak hotel berbintang. Namun, tidak mengesampingkan konsep alamnya. Nuansa alam tetap kita pertahankan. Tetapi fasilitasnya juga harus bagus dan modern.

Konsep hotel dengan nuansa alam seperti itu pasti akan diminati. Contohnya, Hotel Hyatt. Siapa yang tidak tahu hotel yang satu ini. Hotel ini selalu menyuguhkan potensi alam di mana pun berada. Ngrowo Bening kita akan seperti itu.

Konsep ini saya rasa tepat untuk Ngrowo Bening. Sejumlah unsurnya sudah tercukupi. Terutama unsur alamnya. Alam di Ngrowo Bening tetap terjaga tetapi dengan berbagai fasilitas penunjang yang tidak main-main. Memang desainnya masih kita godok lagi. Tetapi garis besarnya sudah ada. Lokasinya kita pilih yang bagian selatan. Tempat kebun buah itu. Ada kolam ikannya juga.

Tempat itu masih luas. Nanti akan kita tambah semacam cottage. Mungkin ada belasan cottage. Terpisah satu dengan lainnya. Ada jalur-jalurnya sendiri. Jadi, seperti private cottage. Kita buat yang bagus sekalian. Tentu dengan ditambah pernak-pernik lainnya.

Tidak hanya itu, di waktu yang sama kita juga membahas rencana pembangunan pondok lansia. Kali ini dengan ITS. Pondok lansia jalan menuju surga itu juga kental nuansa alamnya. Selain tempat bernaung para usia lanjut, tempat tersebut juga untuk mereka tetap produktif. Karenanya, saya ingin ada hutan buahnya. Biar mereka rawat. Biar mereka kelola. Usia senja jangan dibuat duduk-duduk saja. Mereka akan bosan.

Baca Juga :  Penataan Kawasan Bogowonto Diperkirakan Rampung Tiga Bulan

Karenanya, kita buatkan kegiatan. Baik Ngrowo maupun pondok lansia kita buat semenarik mungkin. Kita anggarkan cukup besar. Rencananya, pembangunan Ngrowo Bening dianggarkan Rp 56 miliar dan pondok lansia Rp 27 miliar. Pembangunan diwacanakan September mendatang.

Jumat (13/5) kemarin kita juga melakukan pembahasan lagi. Kali ini dengan PT Inka Multi Solusi Consulting (IMSC). Kali ini ada lima pembahasan sekaligus. Yakni, kawasan wisata kuliner dalam kereta di Bogowonto, Embung Pilangbango, rencana tower PDAM, pintu masuk Kota Madiun dari arah utara, serta pintu masuk Jalan Pahlawan kawasan patung pecel.

Tetapi saya minta untuk mendahulukan kawasan Bogowonto. Kawasan wisata kuliner dalam kereta itu segera bersolek dalam waktu dekat. Saya minta sebelum Hari Jadi sudah selesai. Ada beberapa tambahan pernak-pernik di sana. Mulai lampu, gazebo enam kaki, hingga lainnya.

Kawasan Bogowonto memang harus menarik. Kawasan tidak hanya kuliner dalam kereta. Namun, juga kawasan di sekitarnya. Karenanya, butuh konsultan desain. Kawasan tersebut nantinya akan menjadi daya tarik tersendiri sekaligus pendukung kawasan sekitarnya. Jalan Bogowonto tidak jauh dari alun-alun dan Pasar Kawak. Kawasan di sekitarnya juga akan kita lakukan sentuhan perbaikan. Saya ingin semua dioptimalkan.

Kemarin kita sudah menyambut tamu nasional saat Lebaran. Kekurangannya juga sudah kita evaluasi. Ke depan, kita akan menyambut tamu internasional. Akan ada event sepeda dalam waktu dekat. Terakhir, ada peserta dari New Zealand yang sudah mendaftar.

Karenanya, kawasan-kawasan ini perlu disegerakan. Saya memang tidak suka menunda pekerjaan. Kita tancap gas. Termasuk bidang pembangunan. Berbagai titik pembangunan sudah kembali dikerjakan usai libur Lebaran kemarin. Semua harus maksimal. Ini akan dilihat banyak mata internasional. Bisa menjadi gerbang dunia internasional untuk kota kita.

Karenanya, saya ingin semua maksimal. Tidak hanya pembangunan. Tetapi juga dari masyarakatnya. Masyarakat harus ikut bersiap. Paling tidak ikut melayani dengan sopan santun. Ini demi kemajuan bersama. Kemajuan kota kita tercinta. (penulis adalah Wali Kota Madiun Maidi)

DAYA tarik suatu daerah bisa dari mana saja. Mungkin fisiknya, mungkin alamnya, atau bisa juga dari masyarakatnya. Kita tengah memaksimalkan itu semua. Potensi alam mungkin tidak banyak yang bisa dikembangkan. Sumber daya alam kita memang terbatas. Tapi, bukan berarti tidak ada. Kita punya Ngrowo Bening Edupark.

Sudah banyak perubahan di tempat itu. Sekarang sudah banyak dikunjungi orang. Menjadi tempat berbagai kegiatan. Tamu-tamu pejabat juga banyak yang datang. Padahal dulunya hanya semak belukar. Yang berani menggunakan hanya dari Pramuka untuk berkemah. Tempat itu akan semakin menarik ke depan.

Beberapa waktu lalu kita sudah melakukan pembahasan terkait pengembangan tempat tersebut. Kita menggandeng konsultan dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Amin Nirwan Alfiantori (ANA) & Rekan dari Semarang. Kawasan Ngrowo Bening akan menjadi semakin menarik bak hotel berbintang. Namun, tidak mengesampingkan konsep alamnya. Nuansa alam tetap kita pertahankan. Tetapi fasilitasnya juga harus bagus dan modern.

Konsep hotel dengan nuansa alam seperti itu pasti akan diminati. Contohnya, Hotel Hyatt. Siapa yang tidak tahu hotel yang satu ini. Hotel ini selalu menyuguhkan potensi alam di mana pun berada. Ngrowo Bening kita akan seperti itu.

Konsep ini saya rasa tepat untuk Ngrowo Bening. Sejumlah unsurnya sudah tercukupi. Terutama unsur alamnya. Alam di Ngrowo Bening tetap terjaga tetapi dengan berbagai fasilitas penunjang yang tidak main-main. Memang desainnya masih kita godok lagi. Tetapi garis besarnya sudah ada. Lokasinya kita pilih yang bagian selatan. Tempat kebun buah itu. Ada kolam ikannya juga.

Tempat itu masih luas. Nanti akan kita tambah semacam cottage. Mungkin ada belasan cottage. Terpisah satu dengan lainnya. Ada jalur-jalurnya sendiri. Jadi, seperti private cottage. Kita buat yang bagus sekalian. Tentu dengan ditambah pernak-pernik lainnya.

Tidak hanya itu, di waktu yang sama kita juga membahas rencana pembangunan pondok lansia. Kali ini dengan ITS. Pondok lansia jalan menuju surga itu juga kental nuansa alamnya. Selain tempat bernaung para usia lanjut, tempat tersebut juga untuk mereka tetap produktif. Karenanya, saya ingin ada hutan buahnya. Biar mereka rawat. Biar mereka kelola. Usia senja jangan dibuat duduk-duduk saja. Mereka akan bosan.

Baca Juga :  Pola Hidup Normal

Karenanya, kita buatkan kegiatan. Baik Ngrowo maupun pondok lansia kita buat semenarik mungkin. Kita anggarkan cukup besar. Rencananya, pembangunan Ngrowo Bening dianggarkan Rp 56 miliar dan pondok lansia Rp 27 miliar. Pembangunan diwacanakan September mendatang.

Jumat (13/5) kemarin kita juga melakukan pembahasan lagi. Kali ini dengan PT Inka Multi Solusi Consulting (IMSC). Kali ini ada lima pembahasan sekaligus. Yakni, kawasan wisata kuliner dalam kereta di Bogowonto, Embung Pilangbango, rencana tower PDAM, pintu masuk Kota Madiun dari arah utara, serta pintu masuk Jalan Pahlawan kawasan patung pecel.

Tetapi saya minta untuk mendahulukan kawasan Bogowonto. Kawasan wisata kuliner dalam kereta itu segera bersolek dalam waktu dekat. Saya minta sebelum Hari Jadi sudah selesai. Ada beberapa tambahan pernak-pernik di sana. Mulai lampu, gazebo enam kaki, hingga lainnya.

Kawasan Bogowonto memang harus menarik. Kawasan tidak hanya kuliner dalam kereta. Namun, juga kawasan di sekitarnya. Karenanya, butuh konsultan desain. Kawasan tersebut nantinya akan menjadi daya tarik tersendiri sekaligus pendukung kawasan sekitarnya. Jalan Bogowonto tidak jauh dari alun-alun dan Pasar Kawak. Kawasan di sekitarnya juga akan kita lakukan sentuhan perbaikan. Saya ingin semua dioptimalkan.

Kemarin kita sudah menyambut tamu nasional saat Lebaran. Kekurangannya juga sudah kita evaluasi. Ke depan, kita akan menyambut tamu internasional. Akan ada event sepeda dalam waktu dekat. Terakhir, ada peserta dari New Zealand yang sudah mendaftar.

Karenanya, kawasan-kawasan ini perlu disegerakan. Saya memang tidak suka menunda pekerjaan. Kita tancap gas. Termasuk bidang pembangunan. Berbagai titik pembangunan sudah kembali dikerjakan usai libur Lebaran kemarin. Semua harus maksimal. Ini akan dilihat banyak mata internasional. Bisa menjadi gerbang dunia internasional untuk kota kita.

Karenanya, saya ingin semua maksimal. Tidak hanya pembangunan. Tetapi juga dari masyarakatnya. Masyarakat harus ikut bersiap. Paling tidak ikut melayani dengan sopan santun. Ini demi kemajuan bersama. Kemajuan kota kita tercinta. (penulis adalah Wali Kota Madiun Maidi)

Most Read

Artikel Terbaru

/