27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Rujakan Masal

IBU hamil (bumil) di kota kita diperhatikan betul. Dari rahim mereka, lahirlah generasi penerus bangsa. Calon-calon pemimpin di masa depan. Masa kehamilan memegang peranan penting. Asupan yang tepat melahirkan generasi yang sehat.

Saya tidak ingin sekadar sehat. Bayi yang lahir juga harus berkualitas. Memang harus sehat dulu. Tidak mungkin berkualitas kalau sakit. Tak heran, pemerintah serius memerangi stunting.

Bayi yang tumbuh pendek mungkin terlihat sehat secara fisik. Tapi, tumbuh kembangnya tak maksimal. Tumbuh kembang ini berpengaruh pada mental, kecerdasan, daya pikir, dan sebagainya. Saya tidak ingin warga kota kita seperti itu.

Kita sejatinya cukup berhasil menekan stunting. Angka stunting di Kota Madiun saat ini 12,4 persen. Sedangkan prevalensi nasional di angka 24,4 persen. Pemerintah pusat berencana menurunkan prevalensi menjadi 14 persen pada 2024 mendatang. Artinya, capaian kita sudah di bawah target nasional sekalipun diturunkan pada 2024 nanti.

Biarpun begitu, bukan berarti kita boleh berleha-leha. Capaian jangan membuat terlena. Angka stunting harus terus ditekan. Targetnya sampai tidak ada kelahiran baru yang tercatat stunting. Makanya, kita cegah dengan memberikan perhatian lebih kepada ibu hamil.

Perhatian ini sejatinya sudah berjalan sejak dulu. Kita melibatkan PKK sampai relawan untuk melakukan pendampingan bumil. Kegiatan posyandu dan layanan di puskesmas kita masifkan. Upaya ini terus kita tingkatkan. Terbaru, kita punya Warung Stop Stunting (WSS). Sudah berjalan sebulan terakhir.

WSS ini ada di setiap kelurahan setiap Rabu. Saya minta tempatnya di lapak UMKM kelurahan masing-masing. Anggarannya Rp 5,4 miliar. Ada sebanyak 514 anak stunting dan 409 bumil. Jika ditotal, ada 922 anak dan bumil. Mereka mendapatkan tambahan asupan nutrisi. Baik yang masih bahan makanan maupun yang sudah siap makan.

Setidaknya ada empat voucher yang kita siapkan. Voucher anak stunting Rp 374 ribu per minggu, voucher bumil Rp 386 ribu per minggu, voucher makanan siap saji Rp 36 ribu per minggu, dan voucher belanja di lapak UMKM Rp 50 ribu per minggu.

Baca Juga :  Dentuman Awal Tahun

Saya ingin semakin memanjakan mereka. Khususnya bumil. Saya ingin pelaksanaan WSS untuk bumil di Ngrowo Bening Edupark, Rabu besok. Jadi satu di sana. Biar ramai dan seru. Apalagi kalau semuanya pakai daster. Bus wisata dan bus sekolah akan saya kerahkan. Sebelum kegiatan, ibu-ibu itu kita ajak keliling. Pokoknya kita buat senang.

Saya siapkan rujak buah. Ibu hamil identik dengan buah dan rujak. Tidak usah beli. Buahnya ada berlimpah di Ngrowo Bening. Mulai mangga, jeruk, sampai jambu. Untuk pencuci mulutnya ada semangka, buah naga, dan lainnya. Sambalnya nanti kita siapkan. Kita rujakan masal bersama ibu hamil di sana.

Kemarin nikah masal sudah, khitan masal juga sudah. Nanti ada rujakan masal. Jadi ada makan bersama dan rujakan. Pulangnya, ada bahan makanan tadi. Voucher lainnya bisa ditukar di lapak nanti. Selanjutnya, ganti yang anak stunting di lain waktu. Pokoknya, kita buat senang.

Urusan kesehatan memang tidak cukup asupan makan. Tetapi, masalah psikisnya juga tidak boleh dikesampingkan. Orang yang bahagia, otot jadi rileks, dan aliran darah lancar. Dengan begitu tidak mudah sakit. Bumil harus senantiasa sehat. Ini berpengaruh pada janin yang dikandung.

Karenanya, saya juga pesan kepada para suami untuk selalu memperhatikan kesehatan istri khususnya saat hamil. Baik kesehatan jasmani maupun rohani karena itu berkait dengan sang jabang bayi. Pemerintah Kota Madiun sudah berupaya untuk memberikan yang terbaik. Para suami juga harus turut berjuang. Jangan malah sebaliknya.

SDM kota kita harus berkualitas. Sering saya katakan, kalau kota ini tidak banyak memiliki sumber daya alam. Itu harus ditutup dengan SDM yang unggul. Jadi, ada sesuatu yang bisa kita jual. Kalau tidak alamnya, ya berarti kemampuan masyarakatnya.

Orang pintar di manapun akan selalu dicari. Kemampuannya akan selalu dibutuhkan. Saya ingin warga kota ini juga begitu. Saya ingin kota ini dikenal pencetak orang-orang pintar ke depan. Mewujudkan itu harus dimulai dari masa sekarang. Dimulai dari masa kehamilan. (*/isd)

IBU hamil (bumil) di kota kita diperhatikan betul. Dari rahim mereka, lahirlah generasi penerus bangsa. Calon-calon pemimpin di masa depan. Masa kehamilan memegang peranan penting. Asupan yang tepat melahirkan generasi yang sehat.

Saya tidak ingin sekadar sehat. Bayi yang lahir juga harus berkualitas. Memang harus sehat dulu. Tidak mungkin berkualitas kalau sakit. Tak heran, pemerintah serius memerangi stunting.

Bayi yang tumbuh pendek mungkin terlihat sehat secara fisik. Tapi, tumbuh kembangnya tak maksimal. Tumbuh kembang ini berpengaruh pada mental, kecerdasan, daya pikir, dan sebagainya. Saya tidak ingin warga kota kita seperti itu.

Kita sejatinya cukup berhasil menekan stunting. Angka stunting di Kota Madiun saat ini 12,4 persen. Sedangkan prevalensi nasional di angka 24,4 persen. Pemerintah pusat berencana menurunkan prevalensi menjadi 14 persen pada 2024 mendatang. Artinya, capaian kita sudah di bawah target nasional sekalipun diturunkan pada 2024 nanti.

Biarpun begitu, bukan berarti kita boleh berleha-leha. Capaian jangan membuat terlena. Angka stunting harus terus ditekan. Targetnya sampai tidak ada kelahiran baru yang tercatat stunting. Makanya, kita cegah dengan memberikan perhatian lebih kepada ibu hamil.

Perhatian ini sejatinya sudah berjalan sejak dulu. Kita melibatkan PKK sampai relawan untuk melakukan pendampingan bumil. Kegiatan posyandu dan layanan di puskesmas kita masifkan. Upaya ini terus kita tingkatkan. Terbaru, kita punya Warung Stop Stunting (WSS). Sudah berjalan sebulan terakhir.

WSS ini ada di setiap kelurahan setiap Rabu. Saya minta tempatnya di lapak UMKM kelurahan masing-masing. Anggarannya Rp 5,4 miliar. Ada sebanyak 514 anak stunting dan 409 bumil. Jika ditotal, ada 922 anak dan bumil. Mereka mendapatkan tambahan asupan nutrisi. Baik yang masih bahan makanan maupun yang sudah siap makan.

Setidaknya ada empat voucher yang kita siapkan. Voucher anak stunting Rp 374 ribu per minggu, voucher bumil Rp 386 ribu per minggu, voucher makanan siap saji Rp 36 ribu per minggu, dan voucher belanja di lapak UMKM Rp 50 ribu per minggu.

Baca Juga :  Perjalanan Hidup Manusia

Saya ingin semakin memanjakan mereka. Khususnya bumil. Saya ingin pelaksanaan WSS untuk bumil di Ngrowo Bening Edupark, Rabu besok. Jadi satu di sana. Biar ramai dan seru. Apalagi kalau semuanya pakai daster. Bus wisata dan bus sekolah akan saya kerahkan. Sebelum kegiatan, ibu-ibu itu kita ajak keliling. Pokoknya kita buat senang.

Saya siapkan rujak buah. Ibu hamil identik dengan buah dan rujak. Tidak usah beli. Buahnya ada berlimpah di Ngrowo Bening. Mulai mangga, jeruk, sampai jambu. Untuk pencuci mulutnya ada semangka, buah naga, dan lainnya. Sambalnya nanti kita siapkan. Kita rujakan masal bersama ibu hamil di sana.

Kemarin nikah masal sudah, khitan masal juga sudah. Nanti ada rujakan masal. Jadi ada makan bersama dan rujakan. Pulangnya, ada bahan makanan tadi. Voucher lainnya bisa ditukar di lapak nanti. Selanjutnya, ganti yang anak stunting di lain waktu. Pokoknya, kita buat senang.

Urusan kesehatan memang tidak cukup asupan makan. Tetapi, masalah psikisnya juga tidak boleh dikesampingkan. Orang yang bahagia, otot jadi rileks, dan aliran darah lancar. Dengan begitu tidak mudah sakit. Bumil harus senantiasa sehat. Ini berpengaruh pada janin yang dikandung.

Karenanya, saya juga pesan kepada para suami untuk selalu memperhatikan kesehatan istri khususnya saat hamil. Baik kesehatan jasmani maupun rohani karena itu berkait dengan sang jabang bayi. Pemerintah Kota Madiun sudah berupaya untuk memberikan yang terbaik. Para suami juga harus turut berjuang. Jangan malah sebaliknya.

SDM kota kita harus berkualitas. Sering saya katakan, kalau kota ini tidak banyak memiliki sumber daya alam. Itu harus ditutup dengan SDM yang unggul. Jadi, ada sesuatu yang bisa kita jual. Kalau tidak alamnya, ya berarti kemampuan masyarakatnya.

Orang pintar di manapun akan selalu dicari. Kemampuannya akan selalu dibutuhkan. Saya ingin warga kota ini juga begitu. Saya ingin kota ini dikenal pencetak orang-orang pintar ke depan. Mewujudkan itu harus dimulai dari masa sekarang. Dimulai dari masa kehamilan. (*/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/