alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

Oleh: Wali Kota Madiun Maidi

Semarak Ekonomi Lagi

AGUSTUS bulan kemerdekaan. Puncaknya memang 17 Agustus kemarin. Tetapi perayaannya masih terus berlangsung. Belakangan ini malah semakin ramai. Makin semarak. Seperti Minggu (21/8) kemarin. Saya menghadiri bazar di Bumi Antariksa, Kelurahan Klegen. Dalam rangka merayakan HUT Kemerdekaan RI tahun ini, warga menggelar berbagai kegiatan menarik. Mulai dari jalan sehat, bazar, hingga panggung hiburan.

Tentu saja apresiasi saya kepada seluruh warga. Mereka telah ikut meramaikan Kota Madiun, khususnya wilayah Kelurahan Klegen, dengan berbagai kegiatan menarik. Terutama bazar yang bisa menggeliatkan perekonomian. Hal itu penting mengingat perekonomian kita yang baru saja dihantam pandemi. Tak hanya itu, saya kemudian bergeser ke Kampung Pesona, Kelurahan Madiun Lor.

Di sana juga ada perayaan HUT Kemerdekaan RI. Juga dengan berbagai kegiatan menarik.Warga di sana menggelar lomba taman serta menggelar karnaval kecil-kecilan. Namanya, The Park Carnival. Hmm, ada saja kegiatan warga dalam memeriahkan HUT Ke-77 Kemerdekaan RI tahun ini. Kegiatan tidak hanya memacu semangat perjuangan, tetapi juga menghasilkan keindahan serta meningkatkan perekonomian.

Yang dilakukan warga tersebut tentu bagus sekali. Kegiatan tidak lomba semata, yang bersifat meneladani perjuangan merebut kemerdekaan para pejuang. Tetapi bisa memberikan manfaat lain, seperti keindahan taman, juga ekonomi masyarakat. Lomba taman bisa menjadi ajang adu kreativitas masyarakat. Warga saling mengeluarkan ide masing-masing untuk menampilkan area taman yang menjadi tanggung jawabnya. Tak heran, area yang sebelumnya kosong bisa jadi hidup. Paling tidak, jadi lebih bersih dan warna-warni.

Itu bisa dicontoh di tempat lain. Untuk menjaga aset-aset kota. Untuk melibatkan masyarakat agar turut merawat taman yang sudah ada. Masyarakat kebanyakan hanya suka memanfaatkan namun enggan menjaga dan merawatnya. Kita punya banyak taman. Juga ruang terbuka hijau. Pemerintah Kota Madiun terus membangunnya. Tetapi sering kali tak bertahan lama. Sebab, masyarakat tak turut menjaga. Lomba seperti di Madiun Lor bisa menjadi cara meningkatkan partisipasi masyarakat kita.

Kalau masyarakat peduli, keberadaan taman-taman kita akan lebih awet dan bisa memberikan manfaat jangka panjang kepada masyarakat. Taman bisa saja menjadi jujukan wisatawan. Saat banyak pengunjung, potensi ekonomi mengemuka. Agar semakin ramai, tinggal bagaimana memolesnya. Seperti The Park Carnival yang bisa memancing orang untuk datang. Setelah datang, masyarakat menyajikan berbagai makanan dan minuman untuk dijual. Biarpun kecil, itu bisa memacu perekonomian. Jangan remehkan yang kecil karena ekonomi yang kuat berawal dari kegiatan perekonomian skala kecil.

Baca Juga :  Ekonomi Pasca-Idul Fitri

Semarak kegiatan warga ini harus terus digaungkan. Inilah yang dimaksud intervensi berbasis lokal oleh presiden. Makanya, yang kecil-kecil di lingkup lingkungan seperti ini kita dorong agar semakin besar. Bayangkan, kalau ada kegiatan seperti itu di setiap kelurahan. Ini bisa semakin mendorong perekonomian, di samping kita punya lapak. Kota ini memang akan terus kita ramaikan. Selain dengan pembangunan, juga melalui kegiatan-kegiatan. Sudah tersaji banyak kegiatan di beberapa bulan terakhir. Seperti yang tersaji saat peringatan Hari Jadi Kota Madiun lalu.

Dalam malam tasyakuran HUT Kemerdekaan RI, juga kita sajikan konser musik dengan bintang tamu Naff Band. Sengaja kita datangkan karena sang vokalis merupakan putra daerah. Arda namanya. Dia merupakan warga Kelurahan Manisrejo. Saya datangkan untuk menjadi contoh sekaligus penyemangat. Bahwa dari Kota Madiun bisa menasional, bahkan tidak menutup kemungkinan akan mendunia. Saya optimistis ada banyak potensi lokal yang luar biasa. Karenanya, terus kita gali, terus kita dorong. Salah satunya, melalui Kota Madiun Idol. Pemenangnya bisa ikut meramaikan kota. Lagi-lagi, untuk memacu perekonomian.

Sering saya sampaikan, kota ini tidak banyak sumber daya alam. Tetapi bukan berarti kota kita kalah. Sebaliknya, kota ini terus kita ramaikan dengan berbagai cara lain. Ke depan, akan kita sajikan konser musik band papas atas. Di antaranya, Jamrud dan Dewa 19. Desember mendatang juga ada parade drumband nasional. Ada ratusan grup drumband yang akan bertanding di Kota Madiun. Bayangkan berapa potensi ekonomi yang ada didalamnya. Kota ini kita hidupkan. Ekonomi kembali kita semarakkan. (*)

AGUSTUS bulan kemerdekaan. Puncaknya memang 17 Agustus kemarin. Tetapi perayaannya masih terus berlangsung. Belakangan ini malah semakin ramai. Makin semarak. Seperti Minggu (21/8) kemarin. Saya menghadiri bazar di Bumi Antariksa, Kelurahan Klegen. Dalam rangka merayakan HUT Kemerdekaan RI tahun ini, warga menggelar berbagai kegiatan menarik. Mulai dari jalan sehat, bazar, hingga panggung hiburan.

Tentu saja apresiasi saya kepada seluruh warga. Mereka telah ikut meramaikan Kota Madiun, khususnya wilayah Kelurahan Klegen, dengan berbagai kegiatan menarik. Terutama bazar yang bisa menggeliatkan perekonomian. Hal itu penting mengingat perekonomian kita yang baru saja dihantam pandemi. Tak hanya itu, saya kemudian bergeser ke Kampung Pesona, Kelurahan Madiun Lor.

Di sana juga ada perayaan HUT Kemerdekaan RI. Juga dengan berbagai kegiatan menarik.Warga di sana menggelar lomba taman serta menggelar karnaval kecil-kecilan. Namanya, The Park Carnival. Hmm, ada saja kegiatan warga dalam memeriahkan HUT Ke-77 Kemerdekaan RI tahun ini. Kegiatan tidak hanya memacu semangat perjuangan, tetapi juga menghasilkan keindahan serta meningkatkan perekonomian.

Yang dilakukan warga tersebut tentu bagus sekali. Kegiatan tidak lomba semata, yang bersifat meneladani perjuangan merebut kemerdekaan para pejuang. Tetapi bisa memberikan manfaat lain, seperti keindahan taman, juga ekonomi masyarakat. Lomba taman bisa menjadi ajang adu kreativitas masyarakat. Warga saling mengeluarkan ide masing-masing untuk menampilkan area taman yang menjadi tanggung jawabnya. Tak heran, area yang sebelumnya kosong bisa jadi hidup. Paling tidak, jadi lebih bersih dan warna-warni.

Itu bisa dicontoh di tempat lain. Untuk menjaga aset-aset kota. Untuk melibatkan masyarakat agar turut merawat taman yang sudah ada. Masyarakat kebanyakan hanya suka memanfaatkan namun enggan menjaga dan merawatnya. Kita punya banyak taman. Juga ruang terbuka hijau. Pemerintah Kota Madiun terus membangunnya. Tetapi sering kali tak bertahan lama. Sebab, masyarakat tak turut menjaga. Lomba seperti di Madiun Lor bisa menjadi cara meningkatkan partisipasi masyarakat kita.

Kalau masyarakat peduli, keberadaan taman-taman kita akan lebih awet dan bisa memberikan manfaat jangka panjang kepada masyarakat. Taman bisa saja menjadi jujukan wisatawan. Saat banyak pengunjung, potensi ekonomi mengemuka. Agar semakin ramai, tinggal bagaimana memolesnya. Seperti The Park Carnival yang bisa memancing orang untuk datang. Setelah datang, masyarakat menyajikan berbagai makanan dan minuman untuk dijual. Biarpun kecil, itu bisa memacu perekonomian. Jangan remehkan yang kecil karena ekonomi yang kuat berawal dari kegiatan perekonomian skala kecil.

Baca Juga :  Perjalanan Hidup Manusia

Semarak kegiatan warga ini harus terus digaungkan. Inilah yang dimaksud intervensi berbasis lokal oleh presiden. Makanya, yang kecil-kecil di lingkup lingkungan seperti ini kita dorong agar semakin besar. Bayangkan, kalau ada kegiatan seperti itu di setiap kelurahan. Ini bisa semakin mendorong perekonomian, di samping kita punya lapak. Kota ini memang akan terus kita ramaikan. Selain dengan pembangunan, juga melalui kegiatan-kegiatan. Sudah tersaji banyak kegiatan di beberapa bulan terakhir. Seperti yang tersaji saat peringatan Hari Jadi Kota Madiun lalu.

Dalam malam tasyakuran HUT Kemerdekaan RI, juga kita sajikan konser musik dengan bintang tamu Naff Band. Sengaja kita datangkan karena sang vokalis merupakan putra daerah. Arda namanya. Dia merupakan warga Kelurahan Manisrejo. Saya datangkan untuk menjadi contoh sekaligus penyemangat. Bahwa dari Kota Madiun bisa menasional, bahkan tidak menutup kemungkinan akan mendunia. Saya optimistis ada banyak potensi lokal yang luar biasa. Karenanya, terus kita gali, terus kita dorong. Salah satunya, melalui Kota Madiun Idol. Pemenangnya bisa ikut meramaikan kota. Lagi-lagi, untuk memacu perekonomian.

Sering saya sampaikan, kota ini tidak banyak sumber daya alam. Tetapi bukan berarti kota kita kalah. Sebaliknya, kota ini terus kita ramaikan dengan berbagai cara lain. Ke depan, akan kita sajikan konser musik band papas atas. Di antaranya, Jamrud dan Dewa 19. Desember mendatang juga ada parade drumband nasional. Ada ratusan grup drumband yang akan bertanding di Kota Madiun. Bayangkan berapa potensi ekonomi yang ada didalamnya. Kota ini kita hidupkan. Ekonomi kembali kita semarakkan. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/