23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

Musrenbang Internasional

SUDAH hampir dua minggu terakhir saya disibukkan dengan acara dari kelurahan ke kelurahan. Ada kegiatan musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) tingkat kelurahan. Kegiatan ada yang berlangsung di kantor kelurahan. Namun, kebanyakan digelar di lapak UMKM setempat.

Memang saya instruksikan untuk sering memanfaatkan lapak sebagai tempat kegiatan. Untuk meramaikan sekaligus mengenalkan. Mungkin ada yang belum tahu. Mungkin ada yang baru mendengar, tapi belum pernah datang langsung. Tapi yang jelas, ada banyak manfaat yang didapat. Bagi pedagang sendiri, itu bisa menjadi tambahan penghasilan.

Sengaja saya amati seiring berjalannya musrenbang. Ada yang datang bawa anaknya. Acara baru mulai ada yang sudah minta jajan. Bahkan, sebelum acara mungkin sudah habis banyak jajan. Panitia memang menyediakan konsumsi. Ada jajan dan nasi. Tapi, yang namanya anak-anak, ada saja maunya.

Urusan konsumsi peserta itu juga saya wajibkan dari warga kelurahan setempat. Bisa dari pedagang lapak maupun yang punya usaha di rumah. Yang penting, dari kelurahan setempat. Untuk menggeliatkan perekonomian lokal.

Itu sesuai dengan arahan Bapak Presiden saat penanganan pandemi Covid-19 lalu. Hal itu kembali dipertegas saat rapat koordinasi nasional (rakornas) kepala daerah dan forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) 2023 di Sentul International Convention Center (SICC), Sentul, Kabupaten Bogor, 17 Januari lalu.

Rakornas itu diikuti lebih dari 4.500 peserta. Mulai menteri, kepala daerah, sampai forkopimda dari seluruh tanah air. Rakornas secara tatap muka itu mengusung tema ‘’Penguatan Pertumbuhan Ekonomi dan Pengendalian Inflasi’. Secara garis besar, ekonomi memang menjadi perhatian utama.

Bapak Presiden Jokowi mengingatkan untuk tetap berhati-hati di 2023 ini, khususnya dalam hal ekonomi. Sebab, International Monetary Fund (IMF) memprediksi sepertiga ekonomi dunia mengalami resesi. Pun, sudah ada 47 negara yang menjadi pasien IMF.

Indonesia pernah menjadi pasien IMF pada 1997-1998 silam. Tanah air kita kala itu mengalami guncangan ekonomi dan politik yang luar biasa. Tahun 2023 ini masih menjadi tahun ujian bagi ekonomi kita.

Setidaknya ada tujuh hal yang menjadi perhatian presiden dalam rakornas kali ini. Selain urusan ekonomi, presiden juga mengingatkan soal penanganan kemiskinan ekstrem, stunting, investasi, birokrasi, tata kota, dan stabilitas keamanan Pemilu 2024.

Di Kota Madiun, berbagai upaya terkait tujuh arahan itu sejatinya sudah dilaksanakan. Misalnya, penanganan inflasi melalui Warung Tekan (Wartek) Inflasi, penanganan stunting dengan Warung Stop Stunting (WSS), kemiskinan ekstrem dengan pondok lansia, dan sebagainya. Namun, tentu saja harus terus kita tingkatkan. Di situlah, salah satu peran musrenbang ini.

Selain usulan pembangunan fisik, melalui musrenbang ini saya bisa melihat langsung potensi serta upaya peningkatan ekonomi ke depan. Usulan masyarakat juga tidak melulu soal pembangunan fisik dan bantuan. Ada juga yang berkaitan dengan pengembangan perekonomian.

Baca Juga :  Musrenbang Pacitan 2023, Banyak Desa Minta Perbaikan Jalan Wisata

Pemerintah juga terus berupaya meningkatkan ekonomi daerah. Seperti diketahui, Kota Madiun tidak banyak sumber daya alam. Orang tidak tertarik datang. Padahal, wisatawan yang berkunjung itu sumber ekonomi kita. Kita hadirkan tempat-tempat baru yang ikonik, unik, dan menarik. Kita munculkan sentra-sentra kuliner baru. Bogowonto Culinary Center, misalnya. Yang sudah ada kita tingkatkan.

Saya sangat mendukung kalau lapak UMKM kelurahan digunakan untuk berkegiatan. Itu seperti yang dilakukan pegiat bonsai dan batu akik yang menjadikan Lapak UMKM Hara Citra Kelurahan Tawangrejo sebagai pasar seni. Ini akan semakin melengkapi keberagaman kota kita. Kebetulan saya diundang tasyakurannya pada Sabtu malam lalu (21/1.

Selagi itu kegiatan positif, tak masalah memanfaatkan lapak untuk tempat kegiatan. Toh, akan saling menguntungkan. Komunitas dapat tempat, lapak juga bisa jadi ramai. Karenanya, yang tidak punya tempat bisa memanfaatkan lapak. Sekalian lapak biar ada spesialisasinya.

Misalnya, Lapak UMKM Gedongan, Kelurahan Manguharjo, yang dijadikan lokasi lomba burung, Lapak Joglo Palereman Kelurahan Kelun untuk mancing mania, dan sebagainya. Kalau ingin mancing ya di lapak Kelun. Kalau ingin lomba burung di lapak Manguharjo. Bayangkan kalau semua lapak seperti itu dan kemudian ada event rutin. Kota ini bisa semakin ramai.

Ide awal pembuatan lapak di tiap kelurahan itu memang dari saya. Tetapi, banyak ide dari masyarakat terkait pengembangannya. Kurang ini Pak, harusnya gini Pak, lebih bagus kalau ada ini Pak. Saya senang. Artinya, masyarakat merasa ikut memiliki dan ingin kota ini semakin baik. Karenanya, saran dan masukan masyarakat itu penting.

Musrebang mulai tingkat kelurahan ini salah satu sarana untuk menghimpun apa yang dimau masyarakat. Ini masih akan terus berlanjut. Masih ada musrenbang tingkat kecamatan hingga kota.

Bagi saya itu belum cukup. Mendengarkan masukan masyarakat sekalian yang ada di luar negeri. Karenanya, April nanti rencananya saya akan mengundang masyarakat Kota Madiun yang sukses di luar negeri. Saya kumpulkan di Pahlawan Bisnis Center (PBC). Kita laksanakan musrenbang internasional.

Saya ingin mendengarkan saran mereka yang sudah lama di luar negeri. Mereka tentu sudah banyak melihat hal-hal baru selama di negeri orang itu. Baik soal fisik maupun kebijakan. Saya ingin mendengarkan itu. Siapa tahu ada yang bisa kita adopsi di sini. Untuk lebih maju, kita juga harus memperluas pandangan. Harus lebih banyak mendengar dan melihat. Tidak hanya dari skala lokal. Tapi juga internasional. (*/isd)

*) Penulis adalah wali Kota Madiun

SUDAH hampir dua minggu terakhir saya disibukkan dengan acara dari kelurahan ke kelurahan. Ada kegiatan musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) tingkat kelurahan. Kegiatan ada yang berlangsung di kantor kelurahan. Namun, kebanyakan digelar di lapak UMKM setempat.

Memang saya instruksikan untuk sering memanfaatkan lapak sebagai tempat kegiatan. Untuk meramaikan sekaligus mengenalkan. Mungkin ada yang belum tahu. Mungkin ada yang baru mendengar, tapi belum pernah datang langsung. Tapi yang jelas, ada banyak manfaat yang didapat. Bagi pedagang sendiri, itu bisa menjadi tambahan penghasilan.

Sengaja saya amati seiring berjalannya musrenbang. Ada yang datang bawa anaknya. Acara baru mulai ada yang sudah minta jajan. Bahkan, sebelum acara mungkin sudah habis banyak jajan. Panitia memang menyediakan konsumsi. Ada jajan dan nasi. Tapi, yang namanya anak-anak, ada saja maunya.

Urusan konsumsi peserta itu juga saya wajibkan dari warga kelurahan setempat. Bisa dari pedagang lapak maupun yang punya usaha di rumah. Yang penting, dari kelurahan setempat. Untuk menggeliatkan perekonomian lokal.

Itu sesuai dengan arahan Bapak Presiden saat penanganan pandemi Covid-19 lalu. Hal itu kembali dipertegas saat rapat koordinasi nasional (rakornas) kepala daerah dan forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) 2023 di Sentul International Convention Center (SICC), Sentul, Kabupaten Bogor, 17 Januari lalu.

Rakornas itu diikuti lebih dari 4.500 peserta. Mulai menteri, kepala daerah, sampai forkopimda dari seluruh tanah air. Rakornas secara tatap muka itu mengusung tema ‘’Penguatan Pertumbuhan Ekonomi dan Pengendalian Inflasi’. Secara garis besar, ekonomi memang menjadi perhatian utama.

Bapak Presiden Jokowi mengingatkan untuk tetap berhati-hati di 2023 ini, khususnya dalam hal ekonomi. Sebab, International Monetary Fund (IMF) memprediksi sepertiga ekonomi dunia mengalami resesi. Pun, sudah ada 47 negara yang menjadi pasien IMF.

Indonesia pernah menjadi pasien IMF pada 1997-1998 silam. Tanah air kita kala itu mengalami guncangan ekonomi dan politik yang luar biasa. Tahun 2023 ini masih menjadi tahun ujian bagi ekonomi kita.

Setidaknya ada tujuh hal yang menjadi perhatian presiden dalam rakornas kali ini. Selain urusan ekonomi, presiden juga mengingatkan soal penanganan kemiskinan ekstrem, stunting, investasi, birokrasi, tata kota, dan stabilitas keamanan Pemilu 2024.

Di Kota Madiun, berbagai upaya terkait tujuh arahan itu sejatinya sudah dilaksanakan. Misalnya, penanganan inflasi melalui Warung Tekan (Wartek) Inflasi, penanganan stunting dengan Warung Stop Stunting (WSS), kemiskinan ekstrem dengan pondok lansia, dan sebagainya. Namun, tentu saja harus terus kita tingkatkan. Di situlah, salah satu peran musrenbang ini.

Selain usulan pembangunan fisik, melalui musrenbang ini saya bisa melihat langsung potensi serta upaya peningkatan ekonomi ke depan. Usulan masyarakat juga tidak melulu soal pembangunan fisik dan bantuan. Ada juga yang berkaitan dengan pengembangan perekonomian.

Baca Juga :  Ekonomi Usai Pandemi

Pemerintah juga terus berupaya meningkatkan ekonomi daerah. Seperti diketahui, Kota Madiun tidak banyak sumber daya alam. Orang tidak tertarik datang. Padahal, wisatawan yang berkunjung itu sumber ekonomi kita. Kita hadirkan tempat-tempat baru yang ikonik, unik, dan menarik. Kita munculkan sentra-sentra kuliner baru. Bogowonto Culinary Center, misalnya. Yang sudah ada kita tingkatkan.

Saya sangat mendukung kalau lapak UMKM kelurahan digunakan untuk berkegiatan. Itu seperti yang dilakukan pegiat bonsai dan batu akik yang menjadikan Lapak UMKM Hara Citra Kelurahan Tawangrejo sebagai pasar seni. Ini akan semakin melengkapi keberagaman kota kita. Kebetulan saya diundang tasyakurannya pada Sabtu malam lalu (21/1.

Selagi itu kegiatan positif, tak masalah memanfaatkan lapak untuk tempat kegiatan. Toh, akan saling menguntungkan. Komunitas dapat tempat, lapak juga bisa jadi ramai. Karenanya, yang tidak punya tempat bisa memanfaatkan lapak. Sekalian lapak biar ada spesialisasinya.

Misalnya, Lapak UMKM Gedongan, Kelurahan Manguharjo, yang dijadikan lokasi lomba burung, Lapak Joglo Palereman Kelurahan Kelun untuk mancing mania, dan sebagainya. Kalau ingin mancing ya di lapak Kelun. Kalau ingin lomba burung di lapak Manguharjo. Bayangkan kalau semua lapak seperti itu dan kemudian ada event rutin. Kota ini bisa semakin ramai.

Ide awal pembuatan lapak di tiap kelurahan itu memang dari saya. Tetapi, banyak ide dari masyarakat terkait pengembangannya. Kurang ini Pak, harusnya gini Pak, lebih bagus kalau ada ini Pak. Saya senang. Artinya, masyarakat merasa ikut memiliki dan ingin kota ini semakin baik. Karenanya, saran dan masukan masyarakat itu penting.

Musrebang mulai tingkat kelurahan ini salah satu sarana untuk menghimpun apa yang dimau masyarakat. Ini masih akan terus berlanjut. Masih ada musrenbang tingkat kecamatan hingga kota.

Bagi saya itu belum cukup. Mendengarkan masukan masyarakat sekalian yang ada di luar negeri. Karenanya, April nanti rencananya saya akan mengundang masyarakat Kota Madiun yang sukses di luar negeri. Saya kumpulkan di Pahlawan Bisnis Center (PBC). Kita laksanakan musrenbang internasional.

Saya ingin mendengarkan saran mereka yang sudah lama di luar negeri. Mereka tentu sudah banyak melihat hal-hal baru selama di negeri orang itu. Baik soal fisik maupun kebijakan. Saya ingin mendengarkan itu. Siapa tahu ada yang bisa kita adopsi di sini. Untuk lebih maju, kita juga harus memperluas pandangan. Harus lebih banyak mendengar dan melihat. Tidak hanya dari skala lokal. Tapi juga internasional. (*/isd)

*) Penulis adalah wali Kota Madiun

Most Read

Artikel Terbaru