alexametrics
23 C
Madiun
Thursday, July 7, 2022

Kakek-Nenek Asuh

COVID-19 memang bisa dibilang mereda. Sudah tidak ada kasus aktif di kota kita sejak beberapa waktu lalu. Pemerintah pusat juga telah memberikan kelonggaran-kelonggaran. Masyarakat diperbolehkan melepas masker saat berada di luar ruang tetapi dalam posisi tidak berkerumun.

Kalau banyak orang harus dipakai dan tetap berjaga jarak. Aturan ini hanya berlaku untuk anak-anak dan dewasa. Mereka yang lansia dan komorbid tetap harus memakai masker. Lansia memang lebih rentan. Bagaimanapun juga tetap harus waspada.

Belum tuntas pandemi Covid-19, muncul kasus hepatitis akut misterius. Setidaknya telah ada belasan kasus di tanah air. Memang belum ada di Kota Madiun. Semoga saja tidak dan jangan. Tetapi antisipasi tentu harus tetap digalakkan.

Berbagai upaya juga harus dilakukan. Dari kasus yang sudah, hepatitis ini kebanyakan menyerang anak-anak usia sekolah. Penularannya lewat makanan. Karenanya, saya sudah instruksikan dinas terkait untuk memeriksa penjual makanan di sekolah-sekolah. Kita periksa kebersihannya.

Namanya, anak-anak wajar kalau sembrono. Kita yang dewasalah yang harus rajin mengingatkan. Karenanya, pemantauan kita tingkatkan. Kamis (19/5) kemarin, kita beri pembinaan kepada kakek-nenek asuh. Memang bukan perkara hepatitis saja. Tetapi lebih kepada kesehatan anak secara menyeluruh. Termasuk stunting dan lainnya. Karenanya, hepatitis tengah hit, materi itu juga kita berikan. Kakek-nenek asuh ini kita bekali untuk mengenali gejala dini berbagai penyakit pada anak. Terutama urusan asupan gizi dan kebersihan.

Anak-anak tidak boleh kekurangan gizi. Itu bisa mempengaruhi tumbuh kembangnya. Kakek-nenek ini kita bekali kebutuhan asupan gizi yang harus dipenuhi untuk tiap tahapan usia anak. Memang bukan sepenuhnya tanggung jawab kakek dan nenek. Tetapi setidaknya mereka mengetahui dan memahami. Bisa saling mengingatkan dengan orang tua sang anak. Selain itu, juga kita bekali soal kebersihan.

Dalam masa seperti ini, kebersihan menjadi amat penting. Tak heran, dalam protokol kesehatan ada cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir. Pencegahan hepatitis akut misterius ini juga seperti itu. Harus mengedepankan pola hidup bersih dan sehat.

Baca Juga :  HUT Korpri

Anak-anak wajib selalu diingatkan untuk cuci tangan selesai berkegiatan. Kadang mereka lupa. Itu wajar. Anak-anak juga harus diingatkan untuk tidak bergantian memakai alat makan dengan temannya.

Biasanya, sering dilakukan saat bermain bersama teman-temannya. Ada satu yang minum, temannya minta. Minumanya digelas yang sama atau pakai sedotan yang sama. Kakek atau nenek yang mengasuh harus jeli hal seperti itu. Memang sepele, tapi tidak mudah. Makanya, kita beri pembinaan.

Kakek-nenek asuh ini penting mengingat kebanyakan ibu dan bapak sama-sama bekerja. Memang seperti itu kultur masyarakat kota. Tak heran, anak kemudian diasuh kakek atau neneknya. Kakek dan neneklah yang memiliki waktu lebih banyak bersama anak. Mulai dari pulang sekolah sampai sore saat orang tuanya pulang bekerja.

Saat malam mereka tidak lagi banyak beraktivitas. Tak heran pengawasan lebih mudah. Lagi-lagi, kakek dan neneklah yang punya peran besar. Mereka bersama anak di saat aktivitas anak-anak sedang pada puncaknya.

Urusan kesehatan memang tanggung jawab kita bersama. Pemerintah wajib menyediakan pelayanan kesehatan untuk masyarakat yang memadai. Tetapi masyarakat juga harus menjaga kesehatannya masing-masing. Menerapkan pola kesehatan secara mandiri. Masyarakat sejatinya sudah menerapkan pola kesehatan dengan baik. Mulai menjaga asupan makan bergizi dan berimbang, menjaga kebersihan, dan juga istirahat yang cukup.

Tetapi ada satu yang sering dilupakan. Atau sebenarnya tidak lupa, tetapi sulit meluangkan waktunya. Yakni, berolahraga. Olahraga penting dalam menunjang kesehatan. Biarpun sudah 61 tahun, olahraga tidak pernah saya tinggalkan. Hampir setiap hari saya bersepeda keliling kota. Dari satu kelurahan ke kelurahan lain. Dari satu kegiatan ke kegiatan berikutnya.

Minggu (22/5) kemarin saya kembali bersepeda menyambangi senam lansia di dua lapak UMKM. Setelahnya, mencanangkan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat. Saya tidak ingin sekedar memerintah. Saya ingin memberikan contoh langsung. Mari kita giatkan olahraga untuk kesehatan kita. (Penulis adalah Wali Kota Madiun Maidi)

COVID-19 memang bisa dibilang mereda. Sudah tidak ada kasus aktif di kota kita sejak beberapa waktu lalu. Pemerintah pusat juga telah memberikan kelonggaran-kelonggaran. Masyarakat diperbolehkan melepas masker saat berada di luar ruang tetapi dalam posisi tidak berkerumun.

Kalau banyak orang harus dipakai dan tetap berjaga jarak. Aturan ini hanya berlaku untuk anak-anak dan dewasa. Mereka yang lansia dan komorbid tetap harus memakai masker. Lansia memang lebih rentan. Bagaimanapun juga tetap harus waspada.

Belum tuntas pandemi Covid-19, muncul kasus hepatitis akut misterius. Setidaknya telah ada belasan kasus di tanah air. Memang belum ada di Kota Madiun. Semoga saja tidak dan jangan. Tetapi antisipasi tentu harus tetap digalakkan.

Berbagai upaya juga harus dilakukan. Dari kasus yang sudah, hepatitis ini kebanyakan menyerang anak-anak usia sekolah. Penularannya lewat makanan. Karenanya, saya sudah instruksikan dinas terkait untuk memeriksa penjual makanan di sekolah-sekolah. Kita periksa kebersihannya.

Namanya, anak-anak wajar kalau sembrono. Kita yang dewasalah yang harus rajin mengingatkan. Karenanya, pemantauan kita tingkatkan. Kamis (19/5) kemarin, kita beri pembinaan kepada kakek-nenek asuh. Memang bukan perkara hepatitis saja. Tetapi lebih kepada kesehatan anak secara menyeluruh. Termasuk stunting dan lainnya. Karenanya, hepatitis tengah hit, materi itu juga kita berikan. Kakek-nenek asuh ini kita bekali untuk mengenali gejala dini berbagai penyakit pada anak. Terutama urusan asupan gizi dan kebersihan.

Anak-anak tidak boleh kekurangan gizi. Itu bisa mempengaruhi tumbuh kembangnya. Kakek-nenek ini kita bekali kebutuhan asupan gizi yang harus dipenuhi untuk tiap tahapan usia anak. Memang bukan sepenuhnya tanggung jawab kakek dan nenek. Tetapi setidaknya mereka mengetahui dan memahami. Bisa saling mengingatkan dengan orang tua sang anak. Selain itu, juga kita bekali soal kebersihan.

Dalam masa seperti ini, kebersihan menjadi amat penting. Tak heran, dalam protokol kesehatan ada cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir. Pencegahan hepatitis akut misterius ini juga seperti itu. Harus mengedepankan pola hidup bersih dan sehat.

Baca Juga :  Empat Golongan yang Dirindukan Surga

Anak-anak wajib selalu diingatkan untuk cuci tangan selesai berkegiatan. Kadang mereka lupa. Itu wajar. Anak-anak juga harus diingatkan untuk tidak bergantian memakai alat makan dengan temannya.

Biasanya, sering dilakukan saat bermain bersama teman-temannya. Ada satu yang minum, temannya minta. Minumanya digelas yang sama atau pakai sedotan yang sama. Kakek atau nenek yang mengasuh harus jeli hal seperti itu. Memang sepele, tapi tidak mudah. Makanya, kita beri pembinaan.

Kakek-nenek asuh ini penting mengingat kebanyakan ibu dan bapak sama-sama bekerja. Memang seperti itu kultur masyarakat kota. Tak heran, anak kemudian diasuh kakek atau neneknya. Kakek dan neneklah yang memiliki waktu lebih banyak bersama anak. Mulai dari pulang sekolah sampai sore saat orang tuanya pulang bekerja.

Saat malam mereka tidak lagi banyak beraktivitas. Tak heran pengawasan lebih mudah. Lagi-lagi, kakek dan neneklah yang punya peran besar. Mereka bersama anak di saat aktivitas anak-anak sedang pada puncaknya.

Urusan kesehatan memang tanggung jawab kita bersama. Pemerintah wajib menyediakan pelayanan kesehatan untuk masyarakat yang memadai. Tetapi masyarakat juga harus menjaga kesehatannya masing-masing. Menerapkan pola kesehatan secara mandiri. Masyarakat sejatinya sudah menerapkan pola kesehatan dengan baik. Mulai menjaga asupan makan bergizi dan berimbang, menjaga kebersihan, dan juga istirahat yang cukup.

Tetapi ada satu yang sering dilupakan. Atau sebenarnya tidak lupa, tetapi sulit meluangkan waktunya. Yakni, berolahraga. Olahraga penting dalam menunjang kesehatan. Biarpun sudah 61 tahun, olahraga tidak pernah saya tinggalkan. Hampir setiap hari saya bersepeda keliling kota. Dari satu kelurahan ke kelurahan lain. Dari satu kegiatan ke kegiatan berikutnya.

Minggu (22/5) kemarin saya kembali bersepeda menyambangi senam lansia di dua lapak UMKM. Setelahnya, mencanangkan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat. Saya tidak ingin sekedar memerintah. Saya ingin memberikan contoh langsung. Mari kita giatkan olahraga untuk kesehatan kita. (Penulis adalah Wali Kota Madiun Maidi)

Most Read

Artikel Terbaru

/