Serapan Gabah Bulog Capai 92,5 Persen, Pacitan Jadi Daerah Andalan Pasokan

Jawa Pos Radar Madiun – Perum Bulog terus mengoptimalkan penyerapan gabah petani di tengah musim panen yang masih berlangsung.
Hingga akhir Juli 2026, realisasi serapan gabah di wilayah kerja Bulog Cabang Ponorogo yang meliputi Kabupaten Ponorogo dan Pacitan telah mencapai 92,5 persen dari target tahun ini.
Kepala Perum Bulog Cabang Ponorogo Budiwan Susanto mengatakan penyerapan masih terus dilakukan karena sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Pacitan, masih memasuki masa panen.
"Serapan gabah setara beras sudah mencapai 92,5 persen. Kami tetap menyerap karena di Ponorogo dan Pacitan masih ada panen," ujarnya, Selasa (4/8).
Bulog tetap membeli gabah kering panen (GKP) sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kilogram di tingkat petani.
Budi optimistis target penyerapan gabah tahun 2026 dapat tercapai hingga akhir tahun.
"Kami beli sesuai HPP. Harapannya dalam enam bulan tersisa target serapan bisa mencapai 100 persen karena masih ada potensi panen di sejumlah desa dan kecamatan," katanya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi di Kabupaten Pacitan sepanjang 2025 mencapai 132,52 ribu ton gabah kering giling (GKG).
Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan 2024 yang tercatat 69,65 ribu ton GKG.
Sementara itu, luas panen padi di Pacitan pada Januari hingga Maret 2026 diproyeksikan mencapai 12,60 ribu hektare.


